Kontraktor Pembangunan Kios Rest Area Puncak Diberikan Waktu Tambahan

Kontraktor Pembangunan Kios Rest Area Puncak Diberikan Waktu Tambahan
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cisarua-Proyek pembangunan kios di Rest Area Puncak akan diberikan addendum waktu tambahan pekerjaan selama 50 hari kerja oleh Pemkab Bogor, hal itu karena ketidak siapan lahan yang saat ini sedang 'dimatangkan' oleh PT. Subota International Contractor.

PT. Subota International Contractor sendiri mendapatkan  proyek penataan kawasan dan pembangunan Rest Area Puncak senilai Rp 48,1 milyar dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR), sementara PT. Japayasaprima Kontruksindo mendapatkan proyek pembangunan kios dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor dengan nilai Rp 16,3 miliar.

"Kalau memang butuh  tambahan waktu untuk membangun kios dan apabila hal itu karena lambatnya 'pematangan' lahan maka kita akan ambil langkah diskresi, Pemkab Bogor akan memberikan addendum waktu tambahan dan ini aka dikonsultasikan tentang aturan hukumnya dengan  Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor,"  kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan kepada wartawan, Kamis, (19/11).

Terkait akan berkurangnya jumlah kios karena juga kendala lahan yang tidak memungkinkan, Suami dari Halimatu Sadiyah ini menerangkan maka sisa bangunan kios Rest Area Puncaknya akan dilanjutkan di Tahun 2021 mendatang.

"Kalau memang tidak memungkinkan (516 unit kios) dibangun tahun ini maka kios tersisa akan dianggarkan pembangunannya pada Tahun 2021 mendatang, apakah di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) parsial maupun perubahan. Kita juga sedang memikirkan untuk membangun foodcourt karena wisatawan yang berkunjung ke Rest Area Puncak pasti butuh tempat untuk menyantap makanan atau minuman," terangnya.

Diwawancarai terpisah, pelaksana PT. Japayasaprima Kontruksindo Asmunanto menjelaskan bahwa dengan melihat lahan saat ini tidak memungkinkan proyek pembangunan kios Rest Area Puncak bakal selesai tepat waktu.

"Karena lahannya belum 'matang' maka sulit apabila pembangunan kios Rest Area Puncak bakal selesai tepat waktu, saat ini progress pekerjaan sudah diatas 30 persen dan dengan waktu tersisa itu tidak mungkin selesai tepat waktu. Kami pun sudah memohon addendum tambahan waktu," jelas Asmunanto.

Ia melanjutkan selain lahan yang belum 'matang' juga ada yang tidak sesuai antara  Detail Enginering Design (DED) atau rencana kerja  dengan bill and quantity  hingga pihaknya juga sedang mengajukan review untuk menghindari terjadinya kesalahan.

"Antara gambar rencana kerja dengan bill and quantity atau rencana anggaran biaya pada struktur bawah banguna kios itu ada perbedaan, hingga saat ini sedang kami review bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor," lanjutnya. (Reza Zurifwan)