Terinspirasi Dari Wali Songo, Diskominfo Jabar Siarkan Informasi Penangan Hoaks dan Covid-19 Melalui Wayang

Terinspirasi Dari Wali Songo, Diskominfo Jabar Siarkan Informasi Penangan Hoaks dan Covid-19 Melalui Wayang
istimewa

INILAH, Bandung - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat memiliki strategi yang kreatif tatkala menyampaikan pesan terhadap masyarakat. Seperti yang tampak pada acara Pertunjukan Virtual Kesenian Tradisional di Komuji Cafe, Kota Bandung, Rabu (18/11/2020) malam.

Seperti yang dimandatkan Gubernur Jawa Barat untuk melakukan upaya inovasi dan kolaborasi, pada kegiatan ini Diskominfo Jabar menggandeng pegiat seni untuk menyamaikan informasi penting kepada publik. Sejumlah pesan tersebut dikemas dalam sembuah pertunjukan wayang golek yang dipersembahkan dalang Azis JR Sunandar dari Pujaran Giri Harja 3 Putra. 

Berdasarkan pantauan, pertunjukan Wayang Golek dengan tema Ngocak alias Ngobrol Covid & Hoaks ini diawali dengan penampilan dari Longser Pancawarna. Yang menarik, pada kesempatan ini Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Jabar Setiaji turun langsung dalam pertunjukan. Tak jarang dia saling melontarkan canda bersama sosok Astrajingga atau Cepot dengan suasana yang cair. 

Setiaji mengatakan, pihaknya ingin menggerakkan para seniman yang memang terkena imbas dari Pandemi Covid-19. 

"Jadi pertunjukan rakyat ini, istilahnya di masa Pandemi Covid-19, kita harus berupaya untuk bisa menggerakkan seniman-seniman yang tadinya tidak ada job kita coba untuk menggandeng mereka," ujar Setiaji. 

Selain ingin melestarikan adat istiadat yang ada di Jabar, Setiaji mengatakan, Diskominfo Jabar juga ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan informasi penting dari pemerintah secara optimal.

Pihaknya juga terinspirasi dari upaya Wali Songo yang menggunakan media kesenian tradisional, termasuk wayang dalam menyebarluaskan pemahaman tentang Islam. 

"Nah, itu yang kita juga lakuan," ucapnya. 

Secara pribadi, Setiaji yang lahir di Jakarta 8 Juni 1974 ini merasakan tantangan tersendiri ketika turut andil dalam pertunjukan secara langsung. Hal ini perlu dilakukan, untuk turut merasakan pekerjaan dari seniman. 

"Dan saya mencoba untuk memberanikan diri terjung langsung, merasakan bagaimana seniman itu bekerja, terus melalukan akting dan berupaya untuk menyiarkan informasi," ungkapnya. 

Kendati tampak fasih berbincang dengan sosok Cepot yang diperagakan oleh sang Dalang, Setiaji mengaku tidak memiliki latihan khusus sebelum pertunjukan. Justru dia mengaku ketagihan untuk melakukan kegiatan sejenis guna yang melibatkan seniman dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. 

"Dialek kalau menggunakan bahasa Sunda bisa lebih cair. Tapi karena saya belum terlalu fasih bicara Sunda jadi dicampur-campur dengan bahasa Sunda. Tentunya ini menjadi tantangan bagi saya untuk lebih cepat memahami bahasa Sunda. Sehingga ke depan bisa ikut lebih banyak lagi di acara acara seperti ini," paparnya. 

Disinggung alasan mengambil tema Ngocak, dia menilai kedua isu ini penting disampaikan kepada masyarkat. Tak terkecuali mengenai protokol kesehatan dan vaksin.

"Soal hoaks, apalagi ini mau Pilkada. Berita Covid itu sudah agak menurun tapi kita yakin berkaitan dengan Pilkada yang akan banyak. Tahun lalu saja, 60 persen berkaitan dengan pilkada, nah ini pasti akan meningkat," ungkapnya. 

Karena itu, dalam kegiatan ini pihaknya mengajak masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Tolong cek dulu ke Jabar Saber Hoax sebelum informasi itu disiarkan," imbuhnya. 

Adapun mengenai Covid-19, saat ini semua pihak masih terus berjuang memerangi rantai penyebaran. Karena itu, protokol kesehatan dan informasi mengenai vaksin harus disebarkan.

"Mari kita bersama sama dan kemudian berdoa agar vaksin bisa segera diselesaikan uji klinisnya dan segera disuntikan sehingga kita bisa beraktifitas normal kembali," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)