JNE Bidik 20% Titik Layanan Baru

JNE Bidik 20% Titik Layanan Baru
INILAH, Bandung - PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) terus melakukan ekspansi jaringan bisnis logistik. VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan, sejauh ini pihaknya memiliki sekitar 7.000 titik layanan se-Indonesia.
 
“Tahun 2019 ini, target titik layanan baru kita bisa tumbuh 15-20%. Sekarang, kita memiliki jaringan sekitar 7.000 titik layanan. Jadi, nanti nambahnya bisa sampai 8.000 titik,” kata Eri, Rabu (13/2/2019).
 
Menurutnya, hal lainnya yang ingin ditingkatkan yakni kapabilitas perusahaan mengirimkan paket. Saat ini, JNE sebagai market leader perusahaan logistik itu memiliki kapasitas pengiriman paket rata-rata sebanyak 21 juta paket per bulan. Sebanyak 50% di antaranya merupakan paket yang berasal dari marketplace.
 
Disinggung mengenai adanya kenaikan tarif biaya kargo udara, Eri menyebutkan pihaknya melakukan penyesuaian tarif. Terhitung sejak 15 Januari 2019, ongkos kirim barang melalui JNE ditetapkan naik. Rata-rata kenaikannya sebesar 20%.
 
Keputusan itu diakuinya sesuai dengan kebijakan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) yang sepakat untuk melakukan penyesuaian tarif pengiriman pada Januari 2019. Langkah ini sesuai dengan arahan dari DPP Asperindo melalui surat No 122/ DPP.ASPER/XI/2018. 
 
Eri menuturkan, dalam menghadapi kenaikan harga kargo udara atau tarif Surat Muatan Udara (SMU) ini, JNE bersama perusahaan anggota Asperindo lainnya juga menjalankan beberapa langkah strategis selain melakukan penyesuaian tarif. Antara lain, memilih moda transportasi alternatif untuk paket dengan tujuan yang memungkinkan dikirimkan. 
 
“Cara lain itu, ya menggunakan pesawat carter spesial freighter 737-700 yang bisa muat 10-12 ton. Kita pakai pesawat carter ini untuk tujuan kota yan frekuensi kiriman paketnya tinggi seperti Batam dan Surabaya,” sebutnya.
 
Dia mengakui, untuk jasa pesawat carter itu sudah dilakukan pihaknya untuk kondisi tertentu. Seperti saat terjadi peak season untuk pengiriman barang Batam-Jakarta. Layanan itu pun dikatakan Eri dilakukan perusahaan kurir lain yang berjalan masing-masing.
 
Dia menambahkan, melihat kondisi tersebut sepertinya Asperindo menyusun rencana untuk menyediakan angkutan freighter yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh anggota. Asosiasi akan memperluas penggunaan freighter ke daerah lain seperti Surabaya dan Balikpapan.
 
Terkait rencana kenaikan tarif JNE, dia menegaskan itu pun akan terjadi untuk kiriman ke luar daerah non-Jabodetabek. Rencananya, untuk ongkos kiriman barang ke luar daerah itu naik pada 1 Maret mendatang. Namun, dia enggan menyebutkan besaran angkanya.
 
“Untuk kenaikan tarif daerah non-Jabodetabek itu kita beritahukan akan naik pada 1 Maret. Terkait nominalnya, kita masih menghitung ulang berapa biaya manifes kargo dari setiap cabang yang harus dikeluarkan,” jelasnya.
 
Lebih jauh Eri menuturkan, saat ini pihaknya membangun mega-hub yang terletak tak jauh dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng. Keberadaan mega-hub itu diharapkan dapat mempercepat proses mobilitas paket kiriman. Dibangun diatas tanah seluas 41 ribu m2, bangunan ini akan memiliki kapabilitas untuk menangani sekitar 30 juta paket per bulan atau kurang lebih 1 juta paket per hari yang berarti 48 ribu paket per jam. 
 
Nantinya, proses sortir barang di sana akan fully automatic-robotic. Untuk itu, JNE akan membeli automation cross belt sorter machine dari perusahaan penyedia alat pendukung operasional logistik dan supply chain yang berpusat di Shanghai. Mega-hub ini ditargetkan rampung pada kuartal IV 2019. Pembangunan mega-hub ini berdasarkan data 60% kiriman paket itu merupakan pengiriman outbound dari Jabodetabek ke luar daerah. 
 
Sementara itu, Sales Marketing JNE Cabang Kupang Fuad Rofiq menyebutkan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) itu terdapat 42 titik layanan. Setiap jaringan itu melayani 21 kabupaten dan 1 kota se-NTT.
 
“Seperti sekarang, cabang JNE itu kini dialihkan dari Kupang ke Labuan Bajo. Karena di sini tipikalnya banyak pulau, proses pengiriman lebih banyak dilakukan menggunakan jalur air dan udara,” kata Fuad saat ditemui beberapa waktu lalu.
 
Dia mengakui, kiriman paket dari Labuan Bajo ini rata-rata mencapai 0,5 ton per hari. Kebanyakan barang yang dipaketkan itu berupa komoditas kopi, kain tenun, dan sei atau daging asap.