Onno W. Purbo Diakui Dunia Internet Internasional

Onno W. Purbo Diakui Dunia Internet Internasional
istimewa

INILAH,  Jakarta - Pakar Teknologi Informatika (TI) di Indonesia, Onno W. Purbo, diganjar penghargaan Postel Award 2020 oleh Internet Society.

Internet Society adalah organisasi nirlaba yang mendukung pengembangan dan penggunaan internet yang terbuka, terhubung secara global, dan aman.

Penghargaan Jonathan B. Postel 2020 diberikan kepada Onno atas kontribusi, kepemimpinan, dan layanan yang dilakukan terus-menerus terhadap komunitas internet global.

Penghargaan Jonathan B. Postel biasa diberikan kepada para visioner dan tokoh internet yang berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperkuat internet. Postel sendiri adalah seorang ilmuwan Amerika Serikat yang memberi banyak kontribusi atas pengembangan internet.

"Kami mengucapkan selamat kepada penerima #PostelAward2020 Onno Purbo yang mendedikasikan karirnya untuk membangun dan meningkatkan akses Internet bagi masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan," cuit Internet Society.

Onno akan diganjar penghargaan sebesar US$20.000 (Rp2,8 miliar; kurs Rp 14.188,60) dan piala oleh Andrew Sullivan, Presiden dan CEO dari Internet Society.

"Terima kasih bayak @internetsociety. Penghargaan ini sangat berarti. Ini berarti Indonesia ada di jalur yang benar, menjadi penerang bagi kami untuk terus maju," balas Onno.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate juga mengucapkan selamat atas pencapaian Onno.

"Inisiatif untuk memberikan akses internet dan Komunitas Jejaring (yang ia buat) telah meluaskan jangkuan internet yang dapat diakses di berbagai daerah di Indonesia," tuturnya seperti dikutip dari situs Internet Society.

Onno dikenal sebagai pionir internet di indonesia lewat penggunaan teknologi Voice over Internet (VoIP). Ini adalah teknologi awal untuk mengirimkan suara lewat internet seperti kita kenal lewat layanan seperti Whatsapp call saat ini. Sebab, dulu panggilan telepon suara baru dilakukan lewat jaringan operator telekomunikasi saja.

Onno juga memimpin pembuatan koneksi internet pertama di Institut Teknologi Bandung (ITB) tempat ia mengajar dulu. Ia pun menggunakan jaringan internet itu untuk membangun jejaring edukasi pertama di Indonesia.

Ia juga memperjuangkan deregulasi frekuensi WiFi dan memperkenalkan warung internet, jaringan internet lingkungan, dan jaringan seluler ke komunitas di Indonesia.

Onno juga disebut mengatur jaringan telepon komunitas pertama melalui internet dan memimpin pengenalan kembali TIK ke dalam kurikulum sekolah menengah di Indonesia.

Saat ini, ia menyediakan dalam layanan e-Learning gratis terkait internet. Di dalamnya terdapat lebih dari 700 kursus kepada hampir 40.000 peserta dan melatih lebih dari 8.000 guru tentang pengoperasian e-learning.

"Kebanyakan insinyur memperkenalkan produk mereka, saya memberi pengetahuan kepada warga," jelas Onno seperti dikutip Internet Society.

Sebab, Onno tak cuma ahli untuk membangun jejaring dan meningkatkan akses internet di Indonesia. Tapi lewat program e-learning tadi, ia pun mengajari warga untuk membangun jaringan internet sendiri.

"Saya menggunakan media sosial sebagai kelas besar yang gratis...Ribuan penonton bisa melihat video Youtube saya...Setiap hari saya menjawab 20-30 pertanyaan di sana dan 5-10 pertanyaan di Twitter."

Keyakinan Onno bahwa lewat modifikasi sederhana pada gawai, seseorang bisa mendapat akses internet, diakui oleh Internet Society. Menurut organisasi itu, cara ini menjadi jalan yang tepat agar semua orang bisa mendapat akses internet. (inilah.com)