Twitter Rilis Fleets, Cuitan Hilang Setelah 24 Jam

Twitter Rilis Fleets, Cuitan Hilang Setelah 24 Jam
istimewa

INILAH, Jakarta - Twitter secara global meluncurkan pembaruan di mana cuitan dapat hilang setelah 24 jam, mirip fitur yang pertama kali dikembangkan oleh Snapchat, dan populer lewat fitur Stories yang ada pada aplikasi berbagi foto milik Facebook, Instagram.

Twitter sebelumnya telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan fitur yang dinamai Fleets ini, dan sudah menguji coba fitur tersebut di Brasil, Italia, India, dan Korea Selatan.

"Hasil uji coba di negara-negara itu menunjukkan bahwa Fleets membuat pengguna di Twitter merasa lebih nyaman untuk berpartisipasi dalam sebuah percakapan. Kami melihat orang yang menggunakan Fleets lebih banyak berkomunikasi di Twitter. Karena kontennya hanya bertahan dalam waktu satu hari; Fleets telah membantu banyak orang merasa lebih nyaman berbagi pemikiran santai dan pribadi, pendapat, serta perasaan mereka," kata Twitter dalam keterangan tertulisnya kepada INILAHCOM.

Pengguna bisa mengunggah Fleets dalam bentuk teks, sebagai reaksi terhadap sebuah Tweet, foto atau video; kemudian mengeditnya dengan berbagai pilihan latar belakang dan teks.

Untuk membagikan Tweet ke Fleets; ketuk ikon 'sebarkan' di bagian bawah Tweet, kemudian ketuk 'Bagikan di Fleets'. Lalu, tambahkan pendapat mengenai Tweet tersebut dengan teks atau emoji. Ke depannya, stiker dan live broadcast juga bakal tersedia di Fleets.

Pengguna bisa melihat Fleets yang mereka unggah di bagian atas linimasa mereka. Siapa saja yang bisa melihat profil Anda, juga bisa melihat konten Fleets Anda.

Apabila Direct Message pengguna diatur untuk dapat menerima pesan dari semua orang (termasuk yang tidak mereka ikuti), maka siapapun bisa membalas konten Fleets pengguna.

Twitter dan perusahaan media sosial besar lainnya berada di bawah tekanan untuk kebijakan yang lebih baik, termasuk dalam hal penyebaran misinformasi di platform mereka.

Juru bicara Twitter Liz Kelley menyebut Fleets tunduk pada aturan yang sama seperti cuitan biasa. Dia juga mengatakan bahwa peringatan atau label, yang telah mulai diterapkan Twitter ke konten yang diduga menyebarkan informasi yang salah, juga diterapkan pada Fleets.

Twitter juga mengonfirmasi sedang mengerjakan fitur audio secara langsung, yang dinamai Spaces, yang akan diuji coba akhir tahun ini.

Fitur tersebut akan memungkinkan pengguna untuk berbicara di depan umum, dalam percakapan grup. Fitur ini mirip dengan Clubhouse, platform media sosial di mana pengguna diundang untuk berbicara di ruang obrolan suara.

"Mengingat semua potensi penyalahgunaan dalam ruang audio, kami akan membuatnya tersedia pertama kali bagi wanita dan komunitas yang secara historis terpinggirkan," kata Kelley. (inilah.com)