Namanya Sabar itu Ketika di Awal Musibah

Namanya Sabar itu Ketika di Awal Musibah
Ilustrasi/Net

SABAR itu berarti menahan diri pada sesuatu dari sesuatu. Sedangkan sabar itu ada tiga macam:

- Sabar dalam ketaatan kepada Allah sampai dilaksanakan.
- Sabar dari maksiat sampai dijauhi.
- Sabar dalam menghadapi takdir Allah yang terasa sakit.

Ingatlah bahwa takdir Allah itu ada dua macam, ada yang menyenangkan dan ada yang terasa pahit. Untuk takdir Allah yang menyenangkan, maka seseorang hendaknya bersyukur. Dan syukur termasuk dalam melakukan ketaatan sehingga butuh juga pada kesabaran dan hal ini termasuk dalam sabar bentuk pertama di atas. Sedangkan takdir Allah yang dirasa pahit misalnya seseorang mendapat musibah pada badannya atau kehilangan harta atau kehilangan salah seorang kerabat, maka ini semua butuh pada kesabaran dan pemaksaan diri. Dalam menghadapi hal semacam ini, hendaklah seseorang sabar dengan menahan dirinya jangan sampai menampakkan kegelisahan pada lisannya, hatinya, atau anggota badan.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata,

"Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." Kemudian wanita itu berkata, "Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya." Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata, "Maaf, sebelumnya aku belum mengenalmu." Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah." (HR. Bukhari, no. 1283)