UMKM Fesyen Asal Tasikmalaya Ciptakan Masker Cantik Berkearifan Lokal

UMKM Fesyen Asal Tasikmalaya Ciptakan Masker Cantik Berkearifan Lokal
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 memaksa para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) putar otak. Khusus UMKM fesyen, demi kontinuitas bisnis yang dijalani tak jarang pelaku melakukan inovasi bisnis.

Salah satunya dilakukan Eva Dawalul, pemilik produk fesyen bordir khas Tasikmalaya. Sejak awal pandemi, dia kini menciptakan produk yang tidak terpikirkan sebelumnya. Produk masker dengan khas bordir diciptakan agar puluhan karyawannya tetap bisa mencari nafkah untuk keluarga.

"Dengan membuat masker cantik ini, tanggung jawab saya sebagai owner bisa berjalan. Produksi masker ini membuat karyawan tidak dirumahkan atau PHK karena kelesuan bisnis akibat pandemi," kata Eva kepada INILAH saat showcasing Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2020 Seri 3 BI Jabar di Savoy Homaan, Jumat (20/11/2020). 

Menurutnya, penjualan karya kreasinya itu kini di luar ekspektasi. Selain cepat terjual, omset yang didatangkan dari masker cantik itu diakuinya relatif signifikan.

Serupa dengan produk fesyen lain yang dibuatnya, untuk produk masker cantik itu pun Eva mengaku tetap mengangkat kearifan lokal. Bordir yang dibuat secara manual menggunakan tangan perajin itu berdasarkan motif batik identitas Sukapura.

"Motif batik Sukapura itu sebenarnya sudah hampir punah. Dengan membuat masker ini, kita mengangkat lagi kearifan lokal khas Tasikmalaya," sebutnya yang memiliki toko dan galeri Dawalul di Jalan Asrama Nyantong No 39A Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya.

Terkait banderol, Eva menyebutkan setiap masker cantik buatannya dijual dengan kisaran harag Rp85-130 ribu per helai. (Doni Ramdhani)