Jelang Pilkada Jabar, Adanya ASN yang Dinilai Tidak Netral

Jelang Pilkada Jabar, Adanya ASN yang Dinilai Tidak Netral
istimewa

INILAH, Bandung - Ada temuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Barat yang secara terang-terangan melakukan kepada salah satu Pasangan Calon (Paslon).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jabar, Iip Hidayat mebenarkan bahwa pihaknya telah mendapat informasi tentang adanya ASN yang dinilai tidak netral jelang Pilkada di Jawa Barat. Menurutnya temuan itu didapatkan dari hasil pertemuan dengan berbagai tokoh di daerah-daerah yang akan melaksanakan Pilkada.

Selain itu, ada juga kerawanan-kerawanan berkaitan dengan politik uang atau judi. Hal ini memang sudah ditangani oleh pihak berwajib.

"Kami itu Rakor di 8 Kabupaten/Kota, kami menghadirkan tokoh masyarakat, agama, pemuda, forum-forum, TNI-Polri, KPU, dan Bawaslu. Memang ada informasi keterlibatan ASN, kami sudah dapat datanya juga," kata Iip di Kota Bandung, Sabtu (21/11/2020)

Iip mengungkapkan, temuan-temuan yang pihaknya dapatkan akan menjadi bahan evaluasi untuk dicarikan solusinya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya agar pilkada dapat berjalan dengan baik.

"Itu bagus, kita dapat data, sehingga kejadian-kejadian yang semestinya bisa diselesaikan kita selesaikan saat itu juga. Yang paling penting, Tupoksi kami adalah menjaga kondusifitas dan sehat," ungkapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Direktur Operasionaldaan Strategi. Dari Indonesia Political Research Community (IPRC), Idil Akbar mengatakan bahwa pihaknya menemukan data terkait permasalahan-permasalahan yang terjadi jelang Pilkada di Jawa Barat. Menurutnya, selain netralitas ASN, adapula informasi-informasi Hoaks yang menjadi sumber permasalahan.

"Ada sekitar 42 pelanggaran terkait netraalitas ASN, yang rata-rata terjadi di semua daerah. Selain itu penyebaran Hoaks itu misalnya terjadi di Karawang," ucapnya.

Idil mengatakan, terkait ASN pihaknya menemukan data adanya ASN yang memberikan dukungan langsung. Menurutnya, dukungan tersebut dilakukan dengan menggunakan media sosial milik ASN tersebut.

"ASN itu ada yang mendukung salah saatu calon, secara dimedsos terutama, bahkan ada yang terlibat kampanye,"pungkasnya.

Perlu dikerahui, pada 9 Desember 2020 terdapat 8 Kabupaten/Kota yang akan melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah. Delapan Daerah tersebut adalah, Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Depok.‎ (Okky Adiana)