Inilah Kado Direksi Tirta Pakuan di Akhir Masa Jabatan untuk Pelanggan

Inilah Kado Direksi Tirta Pakuan di Akhir Masa Jabatan untuk Pelanggan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Direktur Teknik (Dirtek) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana menyebutkan, sistem penyediaan air minum (SPAM) Katulampa merupakan kado terindah jajaran direksi saat ini untuk pelanggan Tirta Pakuan khususnya zona 1,3 dan 4. Selain itu, jajaran direksi juga menyiapkan master plan penambahan puluhan distric meter area (DMA) untuk mendeteksi kebocoran juga tingkat kehilangan air.

"Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan di Kota Bogor, PDAM Tirta Pakuan saat ini sudah menambah kapasitas produksi air melalui SPAM Katulampa. Hal itu dimaksudkan untuk menanggulangi keluhan-keluhan para pelanggan yang terjadi di sebagian wilayah, yakni zona 1, 3 dan 4. Guna mengalirkan air dari SPAM Katulampa ke wilayah-wilayah yang mengalami gangguan pengaliran, PDAM Tirta Pakuan melakukan pemasangan pipa distribusi utama di Jalan Sukaraja sampai Cimahpar," ujarnya, Minggu (22/11/2020).

Syaban melanjutkan, SPAM Katulampa mampu memproduksi air bersih sebanyak 300 liter per detik untuk pelanggan di Kecamatan Bogor Timur dan Utara. Saat membangun SPAM Katulampa itu saja membutuhkan anggaran sampai Rp60 miliar. Rencananya, untuk melayani wilayah Kecamatan Bogor Barat, Perumda Tirta Pakuan akan membangun SPAM Mawar di dekat aliran Sungai Cisadane.

"Bisa dikatakan SPAM Katulampa merupakan kado untuk pelanggan khususnya pelanggan di Perumahan Villa Duta dan Pajajaran Regency yang kerap banyak keluhan soal kekurangan air. Dengan ada SPAM Katulampa wilayah Bogor Utara dan Timur bisa dikatakan relatif lebih aman," tambahnya.

Dia juga memaparkan, sekarang tengah ada penataan pengaliran program perbaikan pengaliran zona 3 dan 4, diperbaiki pipa sepanjang 300 sampai 400 meter. Saat ini Tirta Pakuan belum berbicara menekan kebocoran, saat masih berbicara penanggulangan kebocoran. 

"Karena tidak mungkin kalau misal kebocoran didiamkan. Total 2.500 kilometer panjang pipa Perumda Tirta Pakuan. Karena belum melakukan penurunan kebocoran, tim penanggulangan kebocoran hanya menunggu perbaikan kebocoran. Setahun hampir 6.000 sampai 7.000 titik dengan problem terbanyak, adalah problem pipa lama AC," tuturnya.

Dia memaparkan, ke depan terkait DMA itu harus direalisasikan. Beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan bantuan Rp51 miliar namun gagal lelang. DMA ini untuk pengukuran tekanan juga meteran dari pipa utama sebelum ke meteran pelanggan setiap 1.000 sampai 5.000 pelanggan.

"Kami berencana akan membuat 80 klaster, sebelumnya hanya enam klaster yang sudah menjadi DMA. Sekarang diusulkan Rp30 miliar atau harus dipasang sebagiannya untuk di tahun 2021. Mudah-mudahan bisa terealisasi dengan jajaran direksi yang baru. Saya berpendapat siapa pun direksi barunya bisa dipastikan akan bisa meningkatkan pelayanan dan prestasi Tirta Pakuan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)