Warga Kembali Tolak Isolasi Pasien Covid-19 di Kedawung

Warga Kembali Tolak Isolasi Pasien Covid-19 di Kedawung
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Setelah penolakan pasien isolasi mandiri covid-19 kluster PLTU Cirebon di Hotel Qintani, warga Desa Widarasari Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, kembali melakukan penolakan, Minggu (22/11/2020) sore. 

Warga sepakat menolak kembali Pondok 24 yang lokasinya berdekatan dengan Hotel Qintani itu menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 kluster PLTU Cirebon.

"Kami sepakat menolak wilayah kami dijadikan tempat isolasi mandiri penderita Covid-19. Masalahnya, pihak vendor tidak meminta izin wilayah, mulai RT, RW dan desa," ungkap Kuwu Desa Sutawinangun Blok Widarasari Diah Puspitasari.

Menurutnya, alasan penolakan lainnya karena daerah tersebut merupakan kawasan perumahan padat penduduk. Di samping itu, akses jalan utama melewati langsung Pondok 24 yang akan dijadikan tempat isolasi. Untuk itu, tidak ada alasan lain wilayahnya dijadikan tempat isolasi.

"Desa Sutawinangun itu kan zona merah. Malah dijadikan tempat isolasi Covid. Lagi pula, kenapa belum ada izin, sudah ada aktifitas berupa alkes dan tenaga medis yang sudah stanby dilokasi. Mereka tidak ada izin dari kami. Vendor pernah meminta izin, namun secara lisan dan tidak dibuktikan dengan rekomendasi apapun," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Ketua RW 03 Widarasari Abet Wenda. Menurutnya, penolakan didasari karena wilayahnya tidak mau kembali terpapar Covid-19. Selama ini masyarakat selalu melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, namun malah dijadikan tempat isolasi mereka yang terpapar. 

"Kami tetap menolak wilayah kami dijadikan tempat isolasi. Tapi informasinya, kegiatan sudah berjalan dan sudah ada yang diisolasi. Makanya kesepakatan bersama hari ini semua harus steril tidak ada yang diisolasi di wilayah kami," jelasnya.

Sementara itu, Manajer Operasional Pondok 24 Putra mengatakan, sejak awal semua
prosedur itu telah ditempuh. Putra mengaku, sudah mendapatkan rekomendasi dari Bupati Cirebon Imron Rosyadi terkait fasilitas izin karantina mandiri. Orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu pun diakuinya menyarankan untuk berkoordinasi dengan satgas kecamatan dan desa.

"Kami tidak melakukan kegiatan ilegal. Kami sudah berkoordinasi dengan warga. Kami melaksanakan ini sesuai dengan protap yang sudah ditentukan. Tapi kalau warga menolak, kami tidak bisa berbuat apa-apa," paparnya.

Dia menambahkan, pihaknya sama sekali belum melakukan operasional buat isolasi mandiri. Namun memang sudah ada persiapan untuk 32 kamar, termasuk dua dokter, lima perawat dan man power. Dirinya memastikan, belum ada satu pun pasien yang dirawat sebelum ada persetujuan.

"Silahkan cek langsung ke setiap kamar di pondok 24. Kami juga akan melakukan koordinasi ulang dengan satgas kabupaten, walaupun warga sudah menolak. Kami bukan ngotot ingin membuka tempat isolasi, tapi lebih kepada mengentaskan persoalan Covid-19," tukasnya. (Maman Suharman)