Tim Gabungan Tertibkan Baliho dan Spanduk Tanpa Izin, Beberapa Bergambar Habib Rizieq

Tim Gabungan Tertibkan Baliho dan Spanduk Tanpa Izin, Beberapa Bergambar Habib Rizieq
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri Kota Bogor membongkar puluhan spanduk dan baliho tak berizin di wilayah Kota Bogor, Minggu (22/11/2020).

Diketahui pembongkaran dilakukan karena banyak spanduk yang dipasang tanpa izin. Dalam kegiatan ini juga banyak spanduk dan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang ditertibkan.

Pantauan lapangan, petugas gabungan melakukan apel persiapan di Balai Kota Bogor sebelum melakukan penertiban. Petugas mulai bergerak dari Balai Kota Bogor pukul 10.20 WIB dan menyusuri jalan protokol di Kota Bogor, para petugas dibekali berbagai peralatan hingga tangga, satu persatu spanduk dan baliho tanpa izin yang terpasang tanpa izin di pinggir jalan diturunkan. Setelah dijalan protokol tim gabungan juga melakukan penertiban di jalan-jalan permukiman warga.

"Ya, jadi hari ini kami petugas gabungan melakukan kegiatan penertiban spanduk tidak berizin di Kota Bogor. Ada enam kecamatan yang disusuri, kami patroli untuk melakukan penertiban," ungkap Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustiansyach kepada wartawan usai melakukan penertiban.

Dia melanjutkan, sasaran penertiban adalah semua spanduk dan baliho tanpa izin, akan tetapi, dalam penertiban ini memang mayoritas ditemukan yang bergambar Habib Rizieq. Tapi sasarannya semua spanduk yang tidak memiliki izin. 

"Kalaupun ada pertanyaan kenapa ada banyak sekali spanduk-spanduk dari salah satu tokoh (Habib Rizieq-red), karena spanduk beliau kebanyakan tidak memiliki izin. Kami bersama Bapenda juga memastikan ada izin atau tidak. Kalau tidak kami bongkar," tambahnya.

Agus juga mengaku, pihaknya belum mengetahui pasti siapa yang memasang spanduk dan baliho tanpa izin tersebut, adapun ketentuan yang dilanggar yakni Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 8 tentang ketertiban umum memasang reklame tanpa izin. 

"Kami tadi tanya ke warga tidak ada yang mengetahui, jadi kami belum tahu siapa yang memasang spanduk dan baliho tanpa izin itu. Kalau ada pemiliknya merasa memiliki (spanduk dan balih-red) silahkan datang ke kantor kami. Kami akan proses seduai peraturan daerah yang berlaku," pungkasnya. (Rizki Mauludi)