Masuk Surga dengan Merangkak

Masuk Surga dengan Merangkak

ALLAH akan menambahkan dan melipatgandakan pahala jika ikhlas menghabiskan kekayaan kita di jalan Allah. Begitulah kisah dari seorang saudagar kaya bernama Abdurrahman bin Auf, ia adalah seorang saudagar kaya yang dermawan.

Abdurahman bin Auf memulai usahanya dengan berdagang keju dan minyak samin. Ia selalu mendapatkan keuntungan yang lumayan banyak dari dagangannya. Rasulullah mengetahui hal ini, dan menyuruh Abdurahman segera menikah. Rasulullah ingin kaum muslimin meneladani perjuangan, usaha dan kerja Abdurahman bin Auf yang merintis jalan ke arah hidup mulia dan terhormat.

Setelah menjadi saudagar kaya, Rasulullah memanggilnya dan berkata, "Wahai Abdurahhaman bin Auf, ketahuilah bahwa kamu akan masuk surga dengan merangkak karena hartamu itu. Pinjamkanlah hartamu kepada Allah agar lancar kedua kakimu."

Perkataan Rasulullah yang demikian ini membuat hatinya bergetar. Sejak saat itu, Abdurahman bin Auf banyak beramal dan subhanallah, Allah melipatgandakan pahala dan kekayaannya. Abdurrahman bin Auf pun tak segan membiayai pasukan Islam dengan menyerahkan separuh kekayaannya kepada Rasullah saw.

Ketika menerimanya, Rasulullah berdoa, "Semoga Allah memberkahimu dalam apa yang kamu tahan dan kamu berikan."

Pada suatu kesempatan, Aisyah mendengar suara gaduh rakyat yang sedang kelaparan, rupanya rombongan kafilah ini membawa barang dagangan sebanyak tujuh unta. Dengan gemetar Abdurahman menghadap Aisyah. Kemudian Aisyah menyampaikan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda melihat Abdurrahman masuk surga dengan merangkak.

Seketika menangislah Abdurraman bin Auf dan memohon ampun kepada Allah karena khilaf, dan ia pun berkata, "Kalau bisa aku ingin masuk surga dengan melangkah." Kemudian ia membagikan seluruh muatannya kepada rakyat, dan di jalan Allah.

Bahkan, ketika ajalnya mendekat, Abdurrahman mewasiatkan agar setiap kaum muslimin yang ikut perang Badar, tetapi masih hidup, agar diberi empat ratus dinar dari harta warisannya. Dan berwasiat agar sebagian besar uangnya diberikan kepada janda-janda Rasulullah saw, sehingga Aisyah berdoa, "semoga Allah memberi minum kepadamu dari mata air Salsabil di Surga"

Abdurrahman bin Auf wafat dalam usia 75 tahun dan dimakamkan di Baqi. Jenazahnya di salati Utsman bin Affan dan diusung oleh Saad bin Abi Waqash. [Chairunnisa Dhiee]