Pendistribusian Bansos Taham III Pemprov Jabar Tuntas 100 Persen

Pendistribusian Bansos Taham III Pemprov Jabar Tuntas 100 Persen
Ilustrasi/Net

INILAH, Bandung- Bantuan sosial (bansos) tahap III Provinsi Jawa Barat (Jabar) tuntas disalurkan kepada Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS). Pada pendistribusian paket bansos kali ini cendrung kondusif dan minim dinamika. 

Koordinator Sub Divisi Logistik Sri Endang mengatakan, pihaknya telah melakukan rekapitulasi bersama PT Pos Indonesia dan PT Agro Jabar, di mana persentase berhasil serah mencapai 100 persen. Dia menyampaikan, hanya hanya 5.875 paket yang gagal serah dari Dari 1.900.688 KRTS penerima bansos.

“Proses rekapitulasi digelar dengan penerapan protokol kesehatan. Seluruh peserta di rapid tes, dan menerapkan 3 M,” katanya dalam keterangan pada media, Minggu (21/11/2020).

Menurut dia, 100 persen serah dan kecilnya gagal serah menunjukan pendataan bansos yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar baik dan akurat. Adapun daerah yang nihil gagal serah yakni Kabupaten Bogor dan Kota Cimahi. 

"Yang paling besar gagal serah ada di Kota Depok,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah stake holder dalam penyaluran bansos tahap III ini. Hal ini serupa dengan tahap I dan III, yaitu bersinergi dengan Ombudsman, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Sabes Pungli supaya tidak ada penerima bansos ganda. 

Pendistribusian bansos provinsi tahap III juga disertai pelaporan ketat sesuai dengan data. Petugas harus menyerahkan paket secara langsung ke penerima, sesuai dengan kartu identitas. Jika data nama dan alamat tidak sesuai, maka paket bansos provinsi dikembalikan untuk diverifikasi ulang.

Sri memastikan penyaluran bansos tahap III terbilang dinamikanya lebih kondusif dan baik  termasuk dari penyaluran maupun produksi. 

"Komplain dari masyarakat 0 %, " kata dia. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar yang ditunjuk sebagai pengelola bansos tahap III juga memastikan dalam pengerjaan bansos kali ini menyerap padat karya dan memberdayakan UMKM. Di mana pihaknya menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja harian di sekitar lokasi gudang milik PT Agro Jabar dalam proses pengemasan. 

PT Agro Jabar sendiri menggunakan tujuh gudang dalam mengelola paket bansos Jabar tahap III. Adapun tujuh gudang itu berada di Bandung, Cirebon, Karawang, Garut, Tasikmalaya, Bogor, dan Cianjur. 

"Program bansos ini harus dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Dari pada bermitra dengan perusahaan-perusahaan besar, kami memilih melibatkan banyak pelaku usaha dan UMKM di Jabar," katanya. 

Untuk diketahui Bantuan sosial (bansos) provinsi tahap tiga mulai digulirkan secara serentak ke 27 kabupaten/kota di Jawa Barat (Jabar), Selasa (27/10/2020) lalu. Total jumlah penerima bansos 1.907.274 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS). Pendistribusian dijadwalkan berlangsung selama 18 hari hingga 13 November 2020.

Sebanyak 45,1 persen penerima bansos ada di kawasan Bodebek dan Bandung Raya. Bodebek (Kota/Kab Bogor, Kota/Kab Bekasi, Kota Depok) ada 359.567 KRTS, sementara Bandung Raya (Kota Bandung, Kab Bandung, Kota Cimahi, KBB) ada 499.046 KRTS. 

Daerah paling banyak menerima bansos yakni Kota Bandung 9,88 persen. Disusul Kab Bandung (9,26 persen), Kab Bogor (7,55 persen), KBB (6,32 persen), dan Kab Garut (5,65 persen). Sementara daerah paling sedikit yakni Kabupaten Pangandaran dengan jumlah 0,15 persen dari total KRTS Jabar.   

Adapun Bansos tahap ketiga berupa uang tunai Rp100.000, sembako senilai Rp 250.000 meliputi sarden 155 gram sebanyak 5/4 kaleng, kornet satu kaleng besar/dua kaleng kecil, minyak goreng 1 liter, beras 5 kg, susu 5 pcs, vitamin C 1 paket, gula pasir 1 kg, garam 500 gram, dan masker 4 pcs. (riantonurdiansyah)