Polrestabes Bandung Tangkap Jaringan Peracik dan Penjual Tembakau Sintetis Lintas Provinsi

Polrestabes Bandung Tangkap Jaringan Peracik dan Penjual Tembakau Sintetis Lintas Provinsi

INILAH, Bandung,- Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengungkap jaringan pembuat dan penjual narkotika jenis tembakau sintetis lintas provinsi. Sebanyak 150 kilogram tembakau sintetis pun berhasil diamankan petugas.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pengungkapan besar tersebut dilakukan bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda dan Bea Cukai Bandara Soekarno-hatta. Bermula saat ditangkapnya tiga orang tersangka berinisial HF, HS dan AR di salah satu hotel wilayah pasirkaliki, Kota Bandung.

Ketiganya diketahui akan mengambil sebuah paket berisi serbuk sintetis seberat 2 kilogram. Rencananya, paket tersebut akan dibawa ke Kota Jakarta.

"Pada tanggal 18 november pertama kita melakukan penangkapan di suatu hotel di jalan pasirkaliliki, kemudian disitu didapatkan 2 kilogram barang bukti tembakau gorila atau tembakau sintetis," ucap Ulung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (23/11/2020).

Kemudian, petugas pun segera melakukan pengembangan dari ketiga pelaku tersebut. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku lainnya berinisial BCL dan BCH beserta barang bukti tembakau sintetis siap edar seberat 50 kilogram di Kota Jakarta. "kemudian dikembangkan lagi di apartemen kalibata dan berhasil menyita barang bukti sebanyak 50 kilogram," ujar Ulung.

Saat ditangkap, pelaku BCL dan BCH mengakui bahwasaanya puluhan kilogram tembakau sintetis tersebut miliknya. Berdasarkan keterangan pelaku, mereka membeli barang haram tersebut dari seorang bandar berinisial SM di Kabupaten Bandung. "Kemudian dilakukan pengembangan lagi di suatu hotel cinunuk kabupaten bandung, dan kita mengamankan pelaku SM," tuturnya.

Saat ditangkap, pelaku SM bersedia menunjukan lokasi pembuatan tembakau sintetis di wilayah Bekasi. Petugas pun segera melakukan pengembangan ke sebuah apartemen di wilayah bekasi.

Pengembangan petugas pun berbuah manis. Tidak tanggung-tanggung dari lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti seberat 100 kilogram narkotika jenis tembakau sintetis. Selain itu, petugas juga mengamankan dua pelaku lainnya berinisial AN dan RD."Kemudian dilakukan pengembangan juga di apartemen wilayah bekasi mendapatkan barang bukti sebesar 100 kilogram," ujar Ulung.

Berdasarkan keterangan pelaku AN dan RD, bahwasaanya produksi ratusan kilogram tembakau sintetis tersebut merupakan suruhan pelaku AA asal Kota Bandung. Petugas pun melakukan penangkapan AA di wilayah Kota Bandung.

Total, petugas berhasil menangkap 9 orang tersangka. Diantaranya, HF, HS, AR, BCL, BCH, SM, AN, RD, dan otak dari kasus tersebut AA. "Tersangka didapat sebanyak 9 tersangka, mulai dari pembuat, pengedar dan otaknya sendiri (AA) sudah dilakukan penangkapan," ucap Ulung.

Saat disinggung modus penjualan para pelaku. Ulung menjelaskan, komplotan tersebut menjual dengan dua cara, diantaranya penjualan secara online dan offline. Pelaku pun menyediakan berbagaim macam paket, mulai dari paket 5 gram hingga 500 gram tembakau sintetis. Pemasarannya pun dikatakan pelaku mencapai seluruh wilayah di Indonesia.

"Jadi dia jual paket 5 gram juga, ada 25 gram beda-beda paketan sesuai dengan pesanannya tapi yang jelas ini lebih murah dibandingkan sabu," Kata Ulung.

Ulung menambahkan, atas pengungkapan besae tersebut. Pihaknya, behasil menyelamatkan 1 juta orang dari ancaman narkotika."Dari barang bukti tersebut kita bisa menyelamatkan 1 juta orang," pungkasnya.

Untuk diketahui, atas perbuatannya, para pelaku terancam pasal 114 ayat (2), Pasal 132 ayat (1) dan/ atau Pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan sanksi pidana Hukuman Mati atau pidana penjara paling lama 20 tahun penjara. (Ridwan Abdul Malik)