Iryanto Dapat Penangguhan Penahanan Kali Kedua

Iryanto Dapat Penangguhan Penahanan Kali Kedua
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Terdakwa Iryanto mantan Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan  (DPKPP) Kabupaten Bogor mendapatkan penangguhan penahanan (tahanan kota) dari Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Ini kedua kalinya dia mendapatkan status tahanan kota, setelah sebelumnya juga mendapatkannya dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor.

Kuasa atau penasehat hukum Iryanto, Dinalara Butar-Butar mengatakan dikabulkan permohonan penangguhan penahanan kliennya bisa menjadi titik terang kebenaran dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang sempat mengegerkan Bumi Tegar Beriman beberapa waktu lalu.

"Menurut kami, ditangguhkannya penahanan klien kami yaitu Iryanto karena tidak ada keterangan saksi-saksi yang menyudutkan. Kami selaku penasehat hukum sudah memohon hal ini sejak sidang pertama kali," kata Dinalara kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Dosen Fakultas Hukum di Universitas Pakuan ini menambahkan jajarannya akan berupaya keras agar Iryanto bisa bebas murni dalam sidang putusan Pengadilan Tipikor Bandung.

"Selain akan menggali informasi sebenarnya dari para saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) bahwa nama Iryanto dicatut oleh oknum-oknum, kami juga akan menghadirkan saksi ahli dan saksi yang meringankan klien kami. Kami akan membongkar siapa otak dibalik kasus OTT atau dugaan gratitifikasi, maksud dan tujuan orang tersebut," tambahnya.

Dina menuturkan dengan ditangguhkan tahanan terdakwa Iryanto juga bakal ada langkah yang komprehensif untuk menjalani sidang di Pengadilan Tipikor sebelumnya.

"Dulu kalau Iryanto dalam tahanan Polres Bogor pastinya ada kendala keterbatasan komunikasi, dengan ia berada di rumah maka komunikasi kami mudah hingga bisa dengan baik merancang strategi," tutur Dina.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Munaji menjelaskan pihaknya dalam penangguhanan penahanan terdakwa Iryanto hanya melaksanakan keputudan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung.

"Semenjak dia bersidang maka wewenang penahanan terdakwa Iryanto berada di tangan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung, kalau ada ketetapan atau keputusan penangguhan  penahanan maka kita tinggal melaksanakan," jelas Munaji. (Reza Zurifwan)