Pemkot Bogor Mulai Garap Kembali Jalan R3

Pemkot Bogor Mulai Garap Kembali Jalan R3
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor segera melanjutkan pembangunan jalan Regional Ring Road (R3) yang sempat terkendala dengan persoalan konsinyasi lahan di seksi II, Patung Banteng, Kelurahan Katulampa. 

Diketahui, Pemkot Bogor telah menyelesaikan penyerahan hasil konsinyasi senilai Rp3,7 miliar kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Minggu (22/11/2020) lalu. Nantinya jalan R3 akan menghubungkan Jambu Dua, Kecamatan Bogor Utara dengan Wangun Tajur, Kecamatan Bogor Timur.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, setelah mengurai permasalahan dasar dan mendapat dukungan penuh dari DJKN akhirnya terpetakan lahan yang menjadi kewajiban Pemkot Bogor untuk menyerahkan konsinyasi tidak seluruhnya.

"Jadi, nilainya dari awal sekitar Rp8 miliar yang kami serahkan itu senilai Rp3,7 miliar kepada DJKN dalam bentuk konsinyasi," ungkap Dedie, Senin (23/11/2020).

Dedie menjelaskan, total Pemkot Bogor telah menyelesaikan dua bidang lahan yang menjadi ganjalan, dimana yang pertama telah diselesaikan pada 2019 dan yang baru diselesaikan akhir 2020. Keduanya sempat tertunda sejak 2011.

"Dalam hal ini Pemkot Bogor akan mendukung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor dalam menyelesaikan R3, termasuk dalam permasalahan anggaran. Sebab, Dinas PUPR juga merupakan bagian integral dari Pemkot Bogor," tambahnya.

Dia mengatakan, Pemkot Bogor ingin menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) masa lalu dari pembangunan R3 ini agar bisa maju ke pembangunan di masa depan.

"Nah PR-PR ini adalah menyelesaikan R3 fase kedua dari Parung Banteng sampai Wangun. Berapa biayanya dan sebagainya tentu kamj mulai dengan melakukan pemetaan lagi. Selanjutnya, kami akan melakukan pen lock, lalu mengusulkan anggarannya ke DPRD Kota Bogor. Setelah itu, bisa dilanjutkan ke proyek Bogor Inner Ring Road (BIRR) termasuk proyek R2 setelah semua permasalahan diselesaikan," jelasnya.

Dedie mengaku, belum bisa memastikan kapan proyek tersebut akan digarap kembali, karena pembebasannya masih butuh proses. Yang pasti Pemkot Bogor akan terus merapatkan dan duduk bersama menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dalam proyek pembangunan jalan di Kota Bogor.

"Kalau kami nggak rapatkan mana mungkin beres. Jadi butuh ketekunan dan langkah-langkah yang sifatnya teknis melibatkan semua pihak duduk bersama,' pungkasnya.

Sementara itu Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati membeberkan, pihaknya saat ini mempersiapkan untuk lanjutkan pembebasan lahan R3 dari seksi III sampai ke Wangun. Untuk konsinyasi telah diselesaikan, minggu lalu juga pak wakil sudah dengan PN dan direktur DJKN.

"Untuk data jumlah lahannya yang belum dibebaskan ada di Dinas PUPR," terangnya. (Rizki Mauludi)