Tingkatkan Intesitas Penangangan Covid-19 Jelang Pilkada, TNI-Polri dan Pemprov Jabar Gelar Apel Konsolidasi

Tingkatkan Intesitas Penangangan Covid-19 Jelang Pilkada, TNI-Polri dan Pemprov Jabar Gelar Apel Konsolidasi
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat bersama Kodam III/Siliwangi dan pemerintahan daerah menggelar apel konsolidasi di lapangan Mapolda Jawa Barat, Selasa (24/11/2020). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergitas antara TNI-Polri dan pemerintahan daerah dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020.

Diketahui, pada 9 Desember 2020 terdapat 8 Kabupaten/Kota yang akan melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah. Delapan Daerah tersebut adalah, Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Depok.‎

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, selain pengamanan Pilkada serentak apel tersebut juga sebagai upaya memperkuat sinergitas dalam rangka penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat.

"Apel sinergitas dalam menghadapi tiga urusan, urusan pertama adalah peningkatan penanggulangan Covid di berbagai daerah wilayah Jabar dan Kodam Siliwangi dan keduanya awal Desember akan hadir pilkada serentak yang masuk ke Polda Jabar dan Kodam III ada tujuh wilayah, yang satu lagi Depok ada wilayah Polda Metro dan Kodam Jaya," ucap pria yang kerap disapa Emil usai apel Konsolidasi di Mapolda Jabar.

Emil menyebutkan, rencanaya delapan ribu personel gabungan akan disiagakan dalam rangka menyukseskan Pilkada serentak di Jawa Barat. Diantaranya, petugas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak empat ribu dan ditambah petugas dari TNI-Polri sebanyak empat ribu personel.

"Tadi, ada sekitar hampir delapan ribu personel ditugaskan dari aparat provinsi Jabar dan empat ribuan dari TNI dan polri yang sudah disiapkan dalam rangka peningkatan kewaspadaan ini," ujar Emil.

Oleh karena itu, Emil pun meyakini Pilkada serentak di Jawa Barat akan berjalan secara aman dan kondusif. Pasalnya, Dia mengklaim, jika berkaca pada pilkada bahkan (pemilihan presiden) Pilpres sebelumnya yang digelar di Jawa Barat berjalan aman dan kondusif.

"Insya Allah kalau track record Pilkada di Jabar belum pernah ada keributan sedikit pun, bahkan di level pilpres yang sangat besar. Pilgub juga kondusifitasnya sangat luar biasa, saya kira pasukan TNI Polri di Jabar sudah terlatih dan itu yang kita harapkan," tutur Emil.

Terkait penanganan Covid-19 di Jawa Barat, Emil mengungkapkan apel konsolidasi tersebut juga sebagai bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat akan meningkatkan intensitas penanganan. Pasalnya, pada bulan Desember mendatang terdapat agenda libur panjang yang harus diwaspadai, khusunya terkait penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata.

"Yang ketiganya adalah akan hadirnya libur panjang yang dalam kesempatan terakhir (libur panjang sebelumnya) memiliki dinamika peningkatan kasus (Covid-19)," ujar Emil.

Senada dengan Ridwan Kamil, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri mengungkapkan, apel konsolidasi sebagai bentuk penguatan sinergitas TNI-Polri dalam menghadapi tiga hal. Diantaranta, peningkatkan intensitas penanganan pandemi Covid-19, Pilkada serentak, dan agenda libur panjang.

Terkait penanganan pandemi Covid-19 di Jawa Barat, lanjut Ahmad, Polisi dan TNI siap untuk bahu-membahu membantu penangangan Covid-19 di Jawa Barat. Meski begitu, tindakan penanganan juga jangan sampai mengabaikan sisi pemulihan sektor ekonomi.

Artinya, aktivitas masyarakat di sektor perekonomian tidak boleh sampai terhenti. Meski begitu, penerapan protokol kesehatan harus menjadi landasan atau acuan dalam beraktivitas ditengah pandemi Covid-19.

"Terkait dengan penanganan COVID-19 saya sampaikan intinya adalah sisi kesehatan harus diperhatikan tapi jangan lupa sisi ekonomi harus berjalan, maka dari itu cara kita bertindak di lapangan tentunya bagaiman mengkonsolidasikan tadi. Intinya kegiatan masyarakat itu harus tetap berjalan tapi satu hal disiplin terhadap protokol kesehatan, saya tegaskan kembali disiplin terhadap protokol kesehatan," papar Ahmad.

Ahmad menambahkan, pihaknya tidak akan ragu dalam menindak para pelanggar protokol kesehatan. Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menaati protokol kesehatan dalam beraktivitas ditengah pandemi Covid-19.

"Kami TNI dan Polri adalah mendukung sepenuhnya kebijakan Satgas Covid-19 terkait dengan penanganan disiplin protokol kesehatan tadi dari yang sifatnya teguran, imbauan sampai bila diperlukan penegakan hukum yang lebih tegas. Artinya Undang-Undang sudah jelas ada Undang-Undang kekarantinaan kemudian wabah penyakit, ada pasal di KUHP dan hal itu akan kita lakukan dengan tegas," pungkas Ahmad.

Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut juga tampak hadir Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto. (Ridwan Abdul Malik)