Hotel di Kabupaten Bogor Terapkan CHSE, Wisatawan Diwajibkan Mengisi Ini

Hotel di Kabupaten Bogor Terapkan CHSE, Wisatawan Diwajibkan Mengisi Ini
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Bogor dan akan menginap di hotel atau resort diharuskan menulis data perjalanan mereka seminggu sebelumnya.

"Tamu atau pengunjung hotel maupun resort kami minta mengisi data perjalanam mereka seminggu sebelumnya. Hal ini menjadi pegangan kami selama mereka menginap di hotel kami," ucap Grand Manager Jeep Station Indonesia (JSI) Resort Andi Bramasto kepada wartawan, Selasa (24/11/2020).

Dia menerangkan, pengisian data bepergian yang dilakukan tamu atau pengunjung ini  
bagian dari standar baru clean, healthy, savety and evironment (CHSE)
sesuai rujukan standar  dari World Health Organization (WHO) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Para tamu, pengunjung dan karyawan hotel maupun resort juga tetap diminta melaksanakan protokol kesehatan Covid 19 seperti menggunakan masker,menjaga jarak dan mencuci tangan dengan hand sanitizer. Selain itu standar keamanan dari potensi bencana lainnya seperti ketersediaan APAR (alat pemadam api ringan) juga kami lakukan," terangnya.

Diwawancarai terpisah, Kabag Litbang Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Sofyan menjelaskan sesuai protokol kesehatan Covid 19 maka maksimal okupansi hotel maupun resort adalah 60 persen.

"Protokol kesehatan Covid 19 itu bukan hanya volume okuvansi, cuci tangan menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker dan menjaga jarak, tetapi juga kamar yang sudah digunakan pada hari itu harus dikosongkan dan dibersihkan dahulu selama 12 jam sebelum disewakan lagi pada keesokan harinya. Standar operasional ini wajib dilaksanakan pengelola hotel maupun resort," jelas Sofyan.

Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor Muliadi menuturkan besar harapan para pelaku usaha perhotelan, restoran, desa wisata, wisata alam, wisata olahraga, pelaku UKM dan lainnya bisa memenuhi standar CHSE.

"Tidak hanya para pelaku usaha perhotelan, pelaku usaha restoran, desa wisata, wisata alam, wisata olahraga, pelaku UKM dan lainnya juga harus melaksanakan standar CHSE, apabila sudah dilaksanakan maka mereka akan mendapatkan sertifikat CHSE. Dengan sertifikat dan standar opersional yang berlaku maka kepercayaan publik pun tercipta dengan sendirinya bahwa objek-objek wisata di Bumi Tegar Beriman ini aman dari penyebaran wabah Covid 19," tutur Muliadi.

Dia melanjutkan jajarannya sudah melakukan pelatihan training of trainers (TOT) kepada para pelaku semua sektor usaha jasa wisata, mantan Camat Nanggung ini optimis standar CHSE cepat tersosialisasi.

"Kami sudah melakukan TOT standar CHSE, secara berjenjang standar ini akan tersosialisasi secara massif hingga semua sektor jasa usaha wisata menerapkan standar kerjanya sesuai rujukan WHO dan Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif," lanjutnya. (Reza Zurifwan)