Inilah Ancaman Bagi yang Suka Mengumbar Aib Orang

Inilah Ancaman Bagi yang Suka Mengumbar Aib Orang
Ilustrasi/Net

TIDAK dipungkiri terkadang niat kita sangatlah mulia, namun amalan tubuh kita yang mendustakannya. Mohon diwaspadai kembali, niat kita adalah menasihati. Namun mengapa cara kita adalah menelanjangi?

Kita melihatnya melakukan sebuah kemungkaran namun kita menasihatinya di depan umum sehingga orang lainpun mengetahui aib dari saudara yang sedang kita nasihati.

Perhatikanlah kembali sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Barangsiapa yang membuka aib saudaranya se-Islam, maka Allah akan membuka aibnya walau dia sedang berada di dalam rumahnya." (HR Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Nasihat ditolak karena dua sebab:

1. Karena hidayah Allah belum menyapa.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam surah Al-Qasas ayat 56:

"Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."

2. Karena kita salah dalam cara menasihati

Kita wajib menasihati saudara kita dengan lemah lembut dan bukan di depan umum. Itulah termasuk kecerdasan seseorang dalam fikh dakwah.

Maka dari itu, Allah berfirman bahwa jika kita salah cara dalam menasihati atau berdakwah maka manusia akan lari menjauh. Allah berfirman dalam Ali-Imran ayat 159:

"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."

Akhir kata, apa kita akan selalu ingin membuat manusia lari karena salah cara dalam menasihati? [Muhammad Abdurrahman Al-Amiry]