Libatkan 625 UMKM, Program 10 Juta Masker Pemprov Jabar Rampung

Libatkan 625 UMKM, Program 10 Juta Masker Pemprov Jabar Rampung

INILAH, Bandung- Program membeli 10 juta masker produk UMKM yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah rampung. Program ini diharapkan membantu para pelaku UMKM bangkit kembali setelah dihantam krisis akibat Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, saat ini 10 juta masker tersebut sudah didistribusikan. 

"Alhamdulillah, 10 juta masker sudah selesai dan disdistribusikan," ujar Kusmana, Selasa (24/11/2020). 

Kusmana menyampaikan, pendistribusian dilakukan kepada kepala daerah di 27 kabupaten kota. Di mana setiap daerah menerima sekitar 200 ribu masker. Seperti yang dilakukan untuk Kota Bandung. 

" Lalu ke masyarakat juga. Tapi, saya prioritaskan ke gugus tugas kabupaten/kota ya untuk pendistribusiannya," katanya.

Di samping itu, Kusmana mengaku, terdapat masyarakat yang datang langsung meminta masker ke kantornya. Mereka, berasal dari kelurahan, desa, dan RW kadang ada yang langsung datang. 

"Ya kita berikan. Tapi, prioritas ke gugus tugas kabupaten/kota," katanya.

Menurut dia, memang pendistribusian masker setiap kota kabupaten memiliki kuota yang berbeda. Hal itu disesuaikan dengan kebutuhan di daerah masing-masing. Hanya saja, setiap daerah mendapat jatah antara 100 sampai 200 ribu. 

"Total 10 juta masker sudah beres diproduksi. Anggrannya Rp 50 miliar. Tapi, tadi ada usulan lagi dari Kota Bogor ingin masker 200 ribu kita nanti akan pikirkan," paparnya.

Pada program ini, sedikitnya ada 625 UMKM yang dilibatkan. Di mana masing masing mendapatkan pekerjaan membuat 10 ribu masker. Namun, ada juga yang mendapatkan 40 ribu dan ada yang 20 ribu.


"Ya tergantung UMKM nya yang besar kita kasih 40 ribu kalau sanggup produksi cepat. Alhmadulillah dengan program sekarang UMKM sudah mulai bangkit," katanya.

Hal itu, kata dia, diketahui dari beberapa UMKM yang memberi testimoni banyak yang mengucapkan terima kasih dengan adanya progam ini. "Karena banyak juga UMKM kecil yang jadi gabungan. Jadi ada yang tukang jahitnya aja. Upaya-upaya sudah ada. Ekonomi jadi bergerak lagi," katanya.

Terkait bahan masker yang digunakan, kata dia, ada kain toyobo, kain jepang dan bahan scuba yang sudah terlanjur dibuat jadi di dobel dengan pelapis.

"Untuk beberapa daerah yang bukan zona merah diberikan scuba tapi cara penggunaannya harus diperhatikan. Karena yang scuba ini tanggung sudah dibuat," katanya.

Terkait kelanjutan program pengadaan masker ini, dia berharap pendemi covid-19 bisa cepat selesai. Jadi, kita tak perlu masker lagi. "Saya belum tahu karena ini kan bantuan tak terduga (BTT) yang diambil dari dana belanja tak terduga. Mudah-mudahan Covidnya selesai," katanya. 

Diektahui, sebelumnya Pemprov Jabar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil tengah awalnya mencanangkan pembelian 8 juta masker dari pelaku UMKM di Jabar untuk mendongkrak perekonomian di tengah pandemic Covid-19 sejak pertengahan tahun ini. Pembelian masker tersebut merupakan pembelian tahap kedua masker yang sedang berjalan. Namun, dalam perkembangannya bertambah menjadi 10 juta masker.

Pembelian masker UMKM ini dibagi dua tahap. Tahap pertama masker yang dibeli sebanyak 2 juta masker dari 200 UMKM. Dari 200 UMKM itu Pemda Provinsi Jabar memesan masing – masing 10.000 masker dengan nilai pengadaan Rp50 juta per UMKM.

Namun, tahap kedua berkembang menjadi 10 juta dengan melibatkan sekitar 600 UMKM. (riantonurdiansyah)