Satreskrim Polrestabes Bandung Ciduk Komplotan Bandit Jam Tangan Mewah, Korban Merugi Rp1 Miliar

Satreskrim Polrestabes Bandung Ciduk Komplotan Bandit Jam Tangan Mewah, Korban Merugi Rp1 Miliar
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Bandung berhasil meringkus dua pelaku pencuri jam tangan mewah di Kota Bandung. Kerugian materi korban hampir mencapai Rp1 miliar.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Kompol Adanan Mangopang, menjelaskan pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat yang kehilangan delapan jam tangan mewah.

"Kita menerima laporan dari korban, yang bersangkutan telah kehilangan delapan jam tangan yang mahal dan memiliki harga yang besar," ucap Adanan saat ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, polisi pun segera melakukan penyelidikan mulai dari rekaman CCTV di rumah korban, hingga isi handphone milik pembantu korban bernama Sukarmi (40). Hasilnya, diketahui Sukarmi-lah yang melakukan pencurian delapan jam tangan mewah tersebut.

Aksi itu dilakukan Sukarmi beberapa kali di tempatnya bekerja di kawasan Sukahaji, Babakan Ciparay, Kota Bandung. Sukarmi pun ditangkap jajaran Sat Reskrim Polrestabes Bandung pada Sabtu (14/11/2020) lalu.

Berdasarkan keterangan Sukarmi, dirinya nekat mencuri jam tangan majikannya lantaran terhipnotis oleh pelaku Very alias Pak Haji (45) kenalannya. Awalnya, Very mendekati Sukarmi dengan modus bisa membantu menyembuhkan sakit Sukarmi.

Seiring berjalannya waktu, hubungan Sukarmi dan Very semakin dekat. Bahkan, Very menjanjikan akan menikahi Sukarmi. Dari kedekatan itulah, Very mengetahui jika majikan Sukarmi memiliki beragam barang mewah termasuk jam.

"Dia mendekati pembantu itu sekitar satu bulan. Kenalannya di jalan hjngga menjanjikan akan menikahi atau berpacaran, lalu diperoleh keterangan pemilik rumah memiliki barang mewah, berarti dia menggambarkan situasi pemilik rumah," ujar Adanan.

Setelah mendapatkan lokasi pelaku Very, Adanan mengungkapkan, polisi pun bergegas untuk menangkap Very. Diketahui, Very telah melarikan diri ke Kota Jakarta.

"Kita dapati bahwa pembantu korban ini alasannya terhipnotis, kemdian diambil keterangan dan ditemukan tersangka atas nama VA ini, posisinya ada di Jakarta, kita tangkap kita kejar," ungkap Adanan.

Saat ditangkap, pelaku Very menyebutkan bahwasaanya beberapa jam tangan telah dijual ke penadah barang mewah. Tidak tanggung-tanggung satu jam saja Very berhasil menjualnya dengan harga fantastis.Namun, lanjut Adanan, tidak semua barang curian tersebut dapat dijual Very.

"Dia sempat menjual barang curiannya kepada calo jam pengepulnya. Pelaku VA ini satu jam itu bisa Rp76 juta dijual pelaku. Kemudian ada sekitar empat jam yang dibuang di jalan tol, kita kembangkan mudah-mudahan ditemukan. Kerugiannya hampir satu miliar, karena ada harganya yang mahal," ungkap Adanan.

Polisi pun lantas mengembangkan dan menangkap dua orang penadah yakni Budiyono (58) dan Ruli (36). Kepada Budiyono, Very menjual sebanyak empat buah jam. Sedangkan kepada Ruli, Very menjual dua buah jam tangan.

Atas perbuatannya ini, keempat pelaku mendekam di jeruji besi Mapolrestabes Bandung. Very dan Sukarmi dijerat Pasal 362 Jo Pasal 55 KUHPidana. Sedangkan dua penadah dikenakan Pasal 480 KUHPidana. (Ridwan Abdul Malik)