Ini Kata Dosen di Momentum HGN

Ini Kata Dosen di Momentum HGN
istimewa

INILAH, Bandung - Momentum Hari Guru Nasional (HGN) pada 2020 terasa lebih berat jika dibandingkan dengan peringatan hari guru pada tahun-tahun sebelumnya.

Peringatan hari guru baik di Indonesia dan di belahan bumi lainnya rasanya mungkin sama, yaitu prihatin dengan kondisi pendidikan di era pandemi ini. Mau tidak mau dan suka atau tidak suka semua guru mungkin merasa bahwa peran mereka sebagai pendidik dan pengajar yang biasanya mengerjakan dua pekerjaan tersebut secara langsung atau tatap muka kali ini merasa kewalahan karena tidak adanya kegiatan tatap muka tersebut.

Dosen Prodi Sastra Inggris Universitas Pasundan (Unpas) Erik Rusmana mengatakan, dengan teknologi mungkin pekerjaan tersebut sedikit terbantukan. Namun, mungkin juga ada yang merasa kurang maksimal karena ketidakhadiran secara fisik di ruang yang nyata, semuanya menjadi virtual, entah nyata atau tidak secara visual.

Mungkin itu perasaan yang dirasakan oleh guru-guru dengan status PNS atau pegawai tetap di sekolah-sekolah swasta. Bisa dibayangkan jika di masa pandemi ini para guru-guru yang berstatus sebagai guru honorer yang dimana hanya diberikan penghasilan rendah dan jauh sekali di bawah UMK masing-masing provinsi.

"Sudah bisa dikatakan bahwa mereka adalah para keluarga yang hidup dengan segala keterbatasan ekonomi. Meskipun, Di era pandemi ini menteri Pendidikan dan kebudayaan sudah merelaksasikan pemakaian dana BOS untuk turut serta mendukung peralihan system pembelajaran dari tatap muka ke pembelejaran secara online, dan salah satu tujuannya adalah untuk membantu sokongan dana juga bagi guru honorer yang diperbantukan di sekolah," papar Erik, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, dengan segala macam kondisi sekolah tentu saja, penggunaan dana BOS ini juga banyak diserap untuk kesuksesan pembelajaran secara daring, dan hanya sedikit pula yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan para guru honorer.

"Jadi dana BOS ini bukanlah satu jawaban yang diharapkan bagi para guru honorer di Indonesia, para guru honorer akan tetap setia menapaki jalan menuju mimpinya, menjadi guru dengan status kepegawaian yang pasti dan jelas. Satu-satunya jalan menuju jalan itu adalah dengan kuasa yang dimiliki pemerintah," tegasnya.

Dia memaparkan di era pandemi ini sepertinya teknologi menjadi sebuah kata kunci. Teknologi ini bukan melulu berkaitan dengan sebuah benda, tapi disitu bermukim juga keinginan dari si subjek untuk mempelajari dan memiliki pengetahuan yang luas berkaitan dengan hal ini. (Okky Adiana)