Di Purwasuka Masih Banyak Beredar Rokok Bodong

Di Purwasuka Masih Banyak Beredar Rokok Bodong
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) tipe Madya Pabean A Purwakarta, menyita puluhan ribu bungkus rokok yang tak dilekati dengan pita cukai. Selain produk tembakau, ada juga sejumlah barang bukti barang yang seharusnya kena cukai lainnya. Yakni, produk liquid vape berbagai merek.

Kepala KPPBC Purwakarta Eko Darmanto menuturkan, barang bukti ini merupakan hasil sitaan jajarannya terhitung sejak September 2019 hingga Juli 2020. Rinciannya, sebanyak 930.800 batang rokok berbagai merek dan 330 mililiter liquid vape.

“Hari ini, barang bukti tersebut kami musnahkan,” ujar Eko dalam konferensi pers di kantor KPPBC Purwakarta, Rabu (25/11/2020).

Dia menjelaskan, produk tembakau dan liquid ilegal itu merupakan hasil sitaan di beberapa tempat yang terdapat di wilayah Purwakarta, Subang, dan Karawang (Purwasuka). Menurutnya, barang bukti yang melanggar ketentuan Perundang-undangan di bidang cukai ini ditetapkan menjadi barang milik negara (BMN).

“Pemusnahan ini sesuai persetujuan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Dalam kasus ini, Total nilai barang hasil penindakan cukai tersebut sebesar Rp 669 juta lebih dengan nilai potensi kerugian negara diperkirakan sebesar Rp 345 juta,” jelas dia.

Eko menjelaskan, dalam kurun setahun ini pihaknya telah melakukan sebanyak 14 kali penindakan atas pelanggaran ketentuan UU No 39 tahun 2007 tentang cukai. Keberhasilan penindakan yang dilakukan tidak terlepas dari bantuan dan kerjasama dengan sejumlah intansi terkait. Yakni, pihak Kepolisian, Kejaksaan, TNI, dan Pemerintah Daerah dalam hal ini Satpol PP.

Dia menambahkan, selain memungut bea impor, KPPBC juga dibebani pembinaan di sektor industry. Tak hanya itu, salah satu tugasnya juga melindungi masyarakat dari pembelian barang-barang ilegal. Selama ini, cukai menjadi salah satu sumber penerimaan negara. Pendapatan dari cukai ini, digunakan untuk mendanai kegiatan pembangunan nasional. (Asep Mulyana)