PMI Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja, BP Jamsostek Berikan Santunan

PMI Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja, BP Jamsostek Berikan Santunan
net

INILAH, Bandung - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek)memberikan manfaat jaminan sosial secara simbolis kepada keluarga sebagai ahli waris dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengalami risiko meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

Acara tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Migrant Day 2020 yang diselenggarakan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bertempat di Kantor Unit Layanan BP2MI Kota Bandung. Dalam rangka memperingati Hari Pekerja Migran Indonesia itu BP2MI melakukan kunjungan ke daerah-daerah kantong PMI di Pulau Jawa dengan mengusung tema BP2MI Bergerak, Mewujudkan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga yang Merdeka dan Sejahtera.

Direktur Kepesertaan BP Jamsostek yang diwakili Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus Ahmad Sulintang menyampaikan, program jaminan sosial yang diselenggarakan BP Jamsostek sama halnya dengan program Jaminan Sosial yang diselenggarakan negara-negara di seluruh dunia. Dimana pengelolaannya didasarkan pada beberapa prinsip diantaranya gotong royong dan nirlaba yang artinya seluruh peserta berkontribusi dalam penyelenggaraan jaminan sosial dan pengelolaan dana dipergunakan untuk sebesar-besar manfaat bagi peserta.

Melalui prinsip tersebut, BP Jamsostek menjamin secara penuh nilai manfaat yang akan diterima peserta maupun ahli waris apabila peserta mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian serta risiko lain yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2018 tentang Jaminan Sosial PMI.

Hal tersebut dibuktikan dengan penyerahkan santunan kematian oleh BP Jamsostek bersama Kepala BP2MI kepada satu orang PMI yang meninggal akibat sakit sebesar Rp24 juta, dan dua orang PMI yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja masing-masing sebesar Rp85 juta. Bagi mereka yang memiliki anak usia sekolah akan mendapat beasiswa sampai dengan perguruan tinggi dengan total beasiswa sebesar Rp34 juta untuk setiap anak, dimana beasiswa ini diberikan kepada anak dari PMI yang meninggal akibat kecelakaan kerja.

Pelindungan PMI bertujuan untuk menjamin pemenuhan dan penegakan hak asasi manusia sebagai warga negara, serta menjamin pelindungan hukum, ekonomi, dan sosial PMI dan keluarganya. Jaminan sosial merupakan salah satu bentuk pelindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.

Dalam kesempatan itu hadir Asisten Deputi Wilayah Bidang Umum SDM sebagai pejabat pengganti sementara Deputi Direktur Wilayah BP Jamsostek Jabar Oki Widya Gandha. Pihaknya menyampaikan, BP Jamsostek berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada para pekerja migran yang merupakan bentuk kehadiran negara guna menjamin hak, kesempatan, dan memberikan pelindungan bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak, baik di dalam maupun di luar neger.

Terhitung sejak 1 Januari hingga 30 September 2020, BP Jamsostek telah memproses 227 kasus pengajuan klaim PMI dan membayar manfaat sebesar Rp8,2 miliar.

Tak hanya itu, saat ini manfaat jaminan sosial yang diberikan BP jamsostek cukup luas. Meliputi santunan gagal berangkat, gagal ditempatkan, pengantiaan biaya pemulangan PMI akibat kecelakaan kerja dan PMI bermasalah, bantuan PHK bagi PMI yang karena kecelakaan lalu dipulangkan pemberi kerja. 

Seluruh manfaat tersebut ditetapkan dalam rangka memberikan peningkatan pelayanan dan pelindungan bagi PMI. Hal ini selaras dengan semangat Kepala BP2MI Benny Ramdhani yang ingin mewujudkan PMI dan keluarganya yang sejahtera serta melindungi PMI dari ujung kepala hingga ujung kaki. (*)