PM Suga Serukan Hubungan yang Stabil dengan China

PM Suga Serukan Hubungan yang Stabil dengan China
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga. (antara)

INILAH, Tokyo - Dalam pertemuan tingkat tinggi pertamanya dengan Beijing, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyoroti pentingnya hubungan yang stabil dengan China, karena negaranya mengupayakan tindakan penyeimbangan dengan tetangganya.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu Suga pada akhir perjalanan dua harinya di Jepang, yang menandai kunjungan tingkat tinggi pertama sejak Suga terpilih sebagai pemimpin baru pada September.

"Hubungan yang stabil antara kedua negara penting tidak hanya untuk Jepang dan China tetapi juga untuk kawasan dan komunitas internasional," kata Suga kepada Wang dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 20 menit.

Kunjungan menlu China itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ketegasan Beijing di wilayah tersebut.

Sementara Suga menghindari retorika keras anti-China yang digunakan oleh sekutu Jepang, Amerika Serikat, dia telah bergerak untuk melawan pengaruhnya dengan memperdalam hubungan dengan Australia dan memilih Vietnam dan Indonesia untuk perjalanan luar negeri pertamanya.

Strategi keamanan Jepang didasarkan pada aliansinya dengan AS, tetapi juga mengejar kepentingan ekonomi dengan China, mitra dagang utamanya.

Presiden China Xi Jinping ingin membangun "hubungan kerja yang baik" dengan mitranya dari Jepang, kata Wang, mengutip pesan dari Xi yang dia sampaikan kepada Suga.

Wang juga mengatakan bahwa hubungan bilateral "akhirnya kembali" ke jalur perkembangan normal.

Wang bertemu dengan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi pada Selasa (24/11). Mereka setuju untuk bekerja sama dalam perdagangan dan memerangi virus corona, tetapi mempertahankan sikap mereka terhadap sengketa teritorial, meninggalkan masalah keamanan yang belum terselesaikan.

Bulan ini, Jepang dan China sepakat untuk melanjutkan perjalanan bisnis yang terganggu akibat virus corona dan melanjutkan pembicaraan tentang pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Timur.

"Saya berharap kedua belah pihak akan menangani masalah ini dengan tenang dan benar, sehingga peningkatan stabil dalam hubungan dan perkembangan lebih lanjut dalam hubungan China-Jepang tidak akan terpengaruh," kata Wang kepada wartawan setelah pertemuannya dengan Suga, merujuk pada situasi di Laut China Timur.

Namun, selama kunjungan Wang, pejabat tinggi Jepang menegaskan kembali kekhawatiran atas aktivitas China yang terus berlanjut di daerah tersebut, tetapi Wang tetap berpegang pada sikap Beijing bahwa mereka melindungi kedaulatannya.

Pemerintah Jepang telah mengeluhkan intrusi "tanpa henti" China di perairan sekitar pulau yang diklaim oleh kedua negara.

Pejabat di Tokyo termasuk Suga juga berulang kali menyatakan keprihatinannya kepada Wang atas perkembangan di Hong Kong, masalah yang sensitif secara politik bagi Beijing.

Sementara itu, kedua belah pihak mendukung kesuksesan Olimpiade Tokyo tahun depan, dan Olimpiade Musim Dingin yang diselenggarakan oleh China pada 2022.

Mendorong ke depan kesepakatan perdagangan bebas tiga arah dengan Jepang dan Korea Selatan, Wang menuju ke Seoul dan akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Kamis (26/11). (antara)