Hati tak akan Gelisah Ketika Dipenuhi Dzikir

Hati tak akan Gelisah Ketika Dipenuhi Dzikir
Ilustrasi/Net

HATI tak akan merasa gelisah ketika dzikir senantiasa ada di dalamnya. Allah yang menyatakan bahwa hati akan senantiasa tenteram damai dengan ingat kepadanya. Lalu ada yang bertanya tentang mengapa hati belum damai padahal semalam suntuk saya telah berdoa.

Apa yang dinyatakan Imam al-Ghazali tentang dzikir lebih dari cukup sebagai sebuah jawaban. Beliau berkata: "Dzikir tidak mungkin kerasan berada di dalam hati yang belum dibangun kokoh dengan taqwa dan belum dibersihkan dari kotoran-kotoran jiwa berupa akhlak tercela. Pada hati yang seperti itu, dzikir hanya akan menjadi suatu peristiwa yang tak memiliki kekuatan pada hati dan tak mampu mengusir syetan. Sebagaimana doa tertolak karena tak memenuhi syarat doa, maka dzikirpun tak kan mampu mengusir syetan dari dalam hati karena kekurangan syarat."

Kita membutuhkan kesungguhan membersihkan hati dan mengisinya dengan segala yang dibutuhkan bangunan takwa. Kita membutuhkan ilmu dan bimbingan untuk menjadikan doa dan dzikir memenuhi syarat dan rukunnya. Tanpanya, kegelisahan hati akan senantiasa menghampiri.

Ketika hati telah dipenuhi dzikir yang dilantunkan atas dasar cinta kepada Allah, maka bangun dan tidurnya kita, duduk dan berdirinya kita, diam dan bergeraknya kita, pergi dan datangnya kita serta seluruh keadaan kita akan dibimbing oleh cinta Allah yang mengantarkan pada ridla dan surgaNya. Ketika sampai pada posisi hati seperti ini, kita berhak menatakan: "Selamat tinggal derita, selamat datang bahagia." Salam, AIM. [*]