KPPPA: Patriarki Salah Satu Pendorong Kekerasan terhadap Perempuan

KPPPA: Patriarki Salah Satu Pendorong Kekerasan terhadap Perempuan
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Vennetia R Danes mengatakan budaya patriarki merupakan salah satu faktor pendorong yang menyebabkan kekerasan terhadap perempuan.

"Kekerasan terhadap perempuan merupakan isu global yang kompleks karena berhubungan dengan budaya patriarki yang sudah dipraktikkan selama bertahun-tahun," kata Vennetia dalam bincang media yang diadakan secara virtual diliput dari Jakarta, Jumat.

Vennetia mengatakan budaya patriarki menyebabkan ketimpangan dan ketidaksetaraan hubungan antara laki-laki dan perempuan, yang pada akhirnya mendorong kekerasan berbasis gender.

Karena sudah dipraktikkan selama bertahun-tahun, kekerasan terhadap perempuan yang disebabkan budaya patriarki terjadi secara sistemik. Perempuan dianggap dapat menerima kekerasan sebagai suatu kodrat yang tidak dapat dihindari.

Menurut Vennetia, persepsi yang keliru tersebut perlu diluruskan sebagai upaya meningkatkan pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan kaum perempuan.

"Akses, partisipasi, kontrol dan manfaat yang sama terhadap hasil pembangunan akan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender yang pada akhirnya menghapuskan kekerasan berbasis gender," tuturnya.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, eksploitasi dan penelantaran, kekerasan karena diskriminasi, pelecehan, subordinasi, dan stigmatisasi.

Menurut Vennetia, upaya menghapuskan kekerasan terhadap perempuan harus melibatkan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, dan masyarakat. (antara)