Awas Klaster Keluarga dan Nakes, Merebak di Pameungpeuk dan Sekitarnya

Awas Klaster Keluarga dan Nakes, Merebak di Pameungpeuk dan Sekitarnya
istimewa

INILAH, Garut-Sejumlah kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Garut semula relatif aman dari penularan Covid-19, kini mulai direpotkan dengan merebaknya penyebaran virus tersebut. 

Satu per satu, kasus positif Covid-19 muncul di setiap kecamatan di wilayah selatan Garut, mulai Kecamatan Cibalong berbatasan Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Caringin berbatasan Kabupaten Cianjur hingga Kecamatan Cisewu berbatasan Kabupaten Bandung. Hanya Kecamatan Mekarmukti, satu-satunya kecamatan di wilayah selatan Garut bahkan se-Kabupaten Garut yang tak ada laporan temuan kasus positif Covid-19.

Terakhir, berdasarkan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut, Jum'at (27/11/2020), temuan kasus baru positif Covid-19 di selatan Garut melonjak di Kecamatan Pameungpeuk sebanyak 14 kasus, disusul Kecamatan Cibalong sebanyak tujuh kasus, Cisompet sebanyak lima kasus, cikelet sebanyak dua kasus, Bungbulang satu kasus, dan Kecamatan Peunduey satu kasus.

Total jumlah kasus positif Covid-19 di Kecamatan Pameungpeuk sendiri mencapai sebanyak 18 kasus, Cibalong sebelas kasus, Cisompet tujuh kasus, Cikelet tujuh kasus, Bungbulang dua kasus, dan Kecamatan Peundeuy satu kasus.

Ditengarai pelonjakan kasus positif Covid-19 di wilayah selatan, khususnya Kecamatan Pameungpeuk dan sekitarnya terjadi pada klaster keluarga dan tenaga kesehatan. RSUD Pameungpeuk yang merupakan rumah sakit terbesar di wilayah selatan Garut pun mesti ditutup sementara waktu karena adanya kasus penularan Covid-19 tersebut.

"Ada klaster tenaga medis di RSUD Pameungpeuk dan klaster keluarga. Yang positif diisolasi di RSUD Pameungpeuk dan di rumah masing-masing," kata Camat Cisompet yang juga Ketua GTPP Covid-19 Cisompet Rahmat Alamsyah, Sabtu (28/11/2020).

Berkaitan kasus penularan Covid-19 di daerahnya, Rahmat menyebutkan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah penanganan. Selain pemeriksaan swab terhadap warga, juga dilakukan penyemprotan desinfektan, dan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19. 

"Saat ini, kita sedang melaksanakan rapat koordinasi Satgas Covid-19 Kecamatan, dan Desa untuk persiapan pelaksanaan tracing dan tracking," imbuhnya.

Dia juga sempat menegaskan, kasus penularan Covid-19 di daerahnya tak berkaitan dengan keluar masuknya banyak orang pasca banjir bandang dan longsor beberapa waktu itu.

Senada dikemukakan Humas GTPP Covid-19 Garut Yeni Yunita. Dia mengatakan, penularan Covid-19 di selatan Garut, khususnya Kecamatan Pameungpeuk, Cisompet, Cibalong dan sekitarnya didominasi klaster keluarga. 

Karenanya, dia kembali mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan akan potensi ancaman penularan Covid-19 yang bisa mengenai siapa saja, kapan pun dan di manapun. Termasuk antaranggota keluarga. Sehingga berdisiplin melaksanaan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas merupakan keharusan yang tak boleh diabaikan. Setiap orang juga semestinya dianggap sebagai orang tanpa gejala (OTG) yang sewaktu-waktu berpotensi menularkan virus.

"Biasakan memakai masker dengan benar, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Juga tetap usahakan menjaga stamina dengan berolahraga secara teratur, beristirahat cukup, makan minum asupan bergizi seimbang, dan tidak mudah panik !" pesannya.(zainulmukhtar)