Gelar Pernikahan, Satgas Covid-19 Kabupaten Cirebon Terapkan Prokes Ketat

Gelar Pernikahan, Satgas Covid-19 Kabupaten Cirebon Terapkan Prokes Ketat
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Tidak mau kecolongan dan membuat masalah di kemudian hari, pesta pernikahan anak Sekda Kabupaten Cirebon dikontrol ketat tim Satgas Covid-19. Pantauan di lapangan terlihat, panitia dan tim satgas melakukan protokol kesehatan (prokes) untuk semua tamu undangan, termasuk tamu VVIP.

Ketua Panitia Hilmy Rivai mengaku, sejak awal pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Cirebon. Ini untuk mengantisipasi adanya pelanggaran protokol kesehatan dalam pelaksanaan pernikahan, yang digelar pada salah satu hotel berbintang di Kabupaten Cirebon.

"Pak Sekda Rahmat Sutrisno kan ketua tim satgas. Masa ia mau kecolongan melanggar protokol kesehatan. Justru kami harus memberi contoh kepada masyarakat, bahwa resepsi pernikahan bisa digelar walaupun harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Hilmy, Minggu (29/11/2020).

Hilmy menjelaskan, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, setiap tamu undangan harus melewati beberapa tahap. itu dilakukan sebelum masuk ke area utama cara. Saat tiba di lokasi acara, panitia akan memastikan seluruh tamu untuk menggunakan masker. Menjaga jarak, tentunya hal utama yang harus dilakukan. Selain itu, tamu juga nanti diwajibkan untuk menggunakan handsanitizer.

"Setelah proses awal dilalui, tamu baru diperbolehkan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu pemeriksaan suhu tubuh. Kita pastikan, tamu memiliki suhu dibawah 37,5 derajat. Jika nanti ditemukan tamu yang memiliki suhu diatas 37,5 derajat, mereka tidak diperbolehkan untuk melanjutkan ke lokasi acara utama," ungkap Hilmy.

Menurutnya, tamu yang terdeteksi memiliki suhu diatas 37,5 derajat, akan langsung diarahkan untuk melakukan rapid test yang sudah disediakan dilokasi acara. Jika nanti reaktif, maka pihak panitia akan langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk dilakukan swab.

"Tapi jika non reaktif tapi suhunya masih diatas 37,5 derajat, tamu akan diarahkan untuk meninggalkan lokasi acara," jelasnya.

Hilmy memastikan, acara pernikahan tersebut sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382 Tahun 2020, tentang protokol kesehatan. Isinya berkaitan dengan protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum, dalam rangka pencegahan dan pengendalian covid 19. Sedang proses perizinan, pihaknya juga sudah mendapatkan izin dari seluruh instansi terkait. 

"Kalau izin semua sudah kita tempuh dan di acc. Kami juga mengatur batas maksimal jumlah tamu undangan yang berada di area utama. Tamu juga diberikan batasan waktu 30 menit di area utama," terangnya.

Hilmy menambahkan, data mengenai waktu dan jumlah tamu di area utama, nantinya akan tercantum dalam monitor. Monitornya terpasang disejumlah titik, seperti pada area parkir, ruang tunggu, ruang acara dan pintu keluar. Sedangkan di ruang utama acara, tamu yang akan bertemu dengan kedua mempelai, tidak diperkenankan untuk berjabat tangan. 

"Panitia tidak menyediakan makan ditempat, karena untuk menghindari kerumunan. Setiap jeda sesi undangan, kami juga melakun penyemprotan disinfektan," tukasnya. (Maman Suharman)