Paslon NU Pasti Sabilulungan Lebih Unggul dan Matang saat Debat Terakhir

Paslon NU Pasti Sabilulungan Lebih Unggul dan Matang saat Debat Terakhir
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Juru Bicara pasangan Kurnia Agustina-Usman Sayogi (NU Pasti Sabilulungan) Dadang Rusdiana menilai, jagoannya lebih unggul dan matang ketimbang pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan dan Yena Iskandar Masoem-Atep.

Pria yang akrab disapa Darus tersebut mengatakan, dalam pengamatannya selama debat publik terkahir yang digelar di Soreang, Sabtu (28/11/2020) kemarin. pasangan NU Pasti Sabilulungan lebih memahami persoalan secara mendalam dan cerdas dalam memberikan solusi penanganan Covid-19 dan penyelesaian masalah Narkoba.

"Paslon lain nampak masih dangkal dalam memahami masalah, sehingga konsep rumusan solusi dan aksipun nampaknya tidak jelas dan fokus, bahkan menyebut peristilahan yang sederhana juga tidak faham," kata Darus, Minggu, (29/11/2020).

Darus menyontohkan, gagasan Teh Nia (Kurnia Agustina) yang menyampaikan gagasan penguatan keluarga dan Sakolam ( sabilulungan kolaborasi multi sektor) juga dorongan pengembangan bisnis daring bagi UMKM dalam mengendalikan dan mencegah covid 19 dinilai lebih relevan.

"Begitu juga dengan peningkatan kapasitas RSUD, tambahan relawan kesehatan untuk penanganan pandemi covid," ujarnya.

Peningkatan kapasitas RSUD dan tambahan relawan bisa menyelesaikan masalah penaganan medis bagi masyarakat suspect covid-19. Dengan lonjakan kasus covid-19, penambahan kapasitas dan relawan bisa terselesaikan.

Bahkan Pasangan nomor urut 1 tersebut berani menambahkan gerakan pencegahan dari 3 M menjadi 4 M, yakni menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, dan meningkatkan iman dan imun.

Hal aktual yang disampaikan oleh pasangan NU Pasti Sabilulungan adalah masalah pendidikan. Saat ini terjadi pro kontra di semua kalangan mengenai pembelajaran di masa adaptasi kebiasaan baru.

"Penambahan 2.000 ruang belajar yang adaptif dan nyaman dalam adaptasi kebiasaan baru menunjukan Teh Nia adalah pemimpin yg inovatif yang tak pernah sepi dari gagasan. Dan yang tidak kalah penting adalah penampilan Kang Usman yang tegas dan efektif dalam membuat pernyataan membuat pasangan ini menjadi pasangan dengan kombinasi paling baik," katanya.

Menurut Teh Nia, penekanan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus ditekankan di keluarga. Tentu saja, hal ini tak terlepas dari peran para indung (ibu) yang selalu mengawal putra dan puti dan mengingatkan suami akan bahaya Covid-19. 

"Ada empat hal yang harus ditekankan di skala penguatan keluarga. Pertama, pakai masker, mencuci tangan pakai sabung, jaga jarak dan meningkatkan iman serta imun," ujarnya.

Kemudian penekanan aspek secara luas, lanjut dia, yaitu program swab test di Puskesmas dan RSUD. Selain itu juga membuat kebijakan new normal adaptai di sejumlah pusat keramaian, seperti mall, pasar, dan yang lainnya. "Mudah-mudahan semua bisa bersatu," katanya. 

Teh Nia menyebut, ternyata banyak pihak yang menaruh harapan untuk mengentaskan masalah Covid-19. Ia menuturkan, jauh-jauh hari ia sempat bekerjasama dengan LSM Save The Children dengan program selaras, berdampak, dan luar biasa. 

"Dalam kegiatannya ini sangat sederhana. Salah satunya cuci tangan pakai sabun bagi tenaga medis. Ini juga salah satu pembuktian bahwa corona ada di sekitar kita," ujarnya. (Dani R Nugraha)