Menpora Kunjungi SJH, Pastikan Kesiapan untuk Piala Dunia U-21

Menpora Kunjungi SJH, Pastikan Kesiapan untuk Piala Dunia U-21
Foto: Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melakukan kunjungan ke Stadion Jalak Harupat, yang direncanakan sebagai salah satu venue perhelatan Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Menteri pemuda dan olahraga, Zainudin Amali mengatakan, bahwa dalam rangka implementasi Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang pesepakbolaan nasional maka beberapa lapangan sepak bola dilakukan peninjauan. Zainudin menambahkan bahwa prestasi sepakbola di Indonesia semakin bagus dan maju, oleh karena itu harus ada-hal hal yang dibenahi, seperti dari sisi sarana prasarananya. Salah satu yang menjadi prioritas adalah Stadion Jalak Harupat 

“Saat Asian Games Stadion Jalak Harupat jadi tempat ya. Dan penggemar sepakbola di Bandung kita sudah kenal, akan jadi target Pemerintah Pusat, untuk juga sepakbola di Jabar pada umumnya, khususnya Kabupaten Bandung,” kata Zainudin saat melakukan peninjauan Stadion Jalak Harupat, belum lama ini.

Zainudin menjelaskan, bahwa pihaknya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari media massa, dalam rangka menyiapkan dan menyongsong prestasi olahraga tanah air. Karena tanpa dukungan media, maka tidak akan ada yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Disinggung soal kesiapan Stadion si Jalak Harupat dalam menyongsong Piala Dunia U-20, Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto mengatakan bahwa presentasi terkait dengan fisik, yang bisa mengukur berapa jumlahnya adalah Kementerian PUPR dan Bupati Bandung. Khususnya,  adalah untuk klaster Bandung terdiri dari satu venue utama, empat lapangan latihan, dimana tiga lapangan latihan di bawah kewenangan PUPR dan dua diantaranya dari Bupati. 

“Kami disini PSSI sebagai teknik delegate. Kami lebih apa yang diminta FIFA, itu yang kami mintakan ke pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.

Hingga saat ini, tambah Iwan, semua direncanakan sesuai dengan apa yang dilakukan pada saat melakukan beeding. “Namun apakah itu bisa dilakukan dengan penonton atau tidak. Ada penonton tapi ada pembatasan, itu bisa di putuskan FIFA Februari 2021,”katanya.

Kemudian terkait dengan gelaran Liga Sepakbola, Iwan menjelaskan, bahwa PSSI menjadwalkan akan memulai kompetisi pada Februari 2021 mendatang. Karena Februari pemerintah sudah melakukan vaksinasi pada Desember.

“Januari mudah-mudahan cukup banyak yang melakukan vaksinasi. Ini semua, yang tidak ada pasti saat pandemi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang M Naser mengatakan, kelengkapan di Stadion  si Jalak Harupat adalah hanya perlu menambah lampu dari kapasitas 2000 lux menjadi 2500 lux. Kemudian juga perlu dilakukan treatment lapangan dan juga menjaga sound sistem agar tetap kuat. Jadi, hanya kekurangan 20 persen.

“Sebenarnya Stadion si Jalak Harupat ini sudah renovasi untuk event besar seperti Asian Games. Even besar tahun depan, lebih kepada pembangunan persyaratan tadi sudah disampaikan. Yang paling penting adalah memelihara rumput karena sudah kita renovasi tahun 2018, untuk bisa terjaga dan digunakan pada saat event Piala Dunia U-20 tahun 2021,” katanya.(rd dani r nugraha).