GoPay Utamakan Keamanan Pengguna dengan ISO 27001

GoPay Utamakan Keamanan Pengguna dengan ISO 27001
Istimewa

INILAH, Jakarta - Layanan dompet digital GoPay memprioritaskan komitmen dalam menjaga keamanan informasi pengguna dengan mendapatkan sertifikasi ISO 27001 yang diterima pada Oktober lalu.

Presiden Direktur PT BSI Group Indonesia Erna Damayanty mengucapkan selamat atas keberhasilan GoPay dalam meraih sertifikat ISO 27001 Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

"Ini penting bagi organisasi seperti GoPay untuk memberikan kenyamanan dalam bertransaksi secara aman bagi para penggunanya," kata Erna melalui keterangannya.

"Kami berharap pencapaian ini menjadi titik awal bagi tim GoPay untuk dapat meraih keberhasilan lainnya, khususnya dalam rangka menjaga sistem manajemen keamanan informasi di masa yang akan datang dan keberhasilan untuk pencapaian lainnya secara umum," lanjut dia.

ISO 27001 merupakan standar internasional dalam menerapkan sistem manajemen keamanan informasi atau lebih dikenal dengan Information Security Management Systems (ISMS).

Sertifikasi ini diterbitkan oleh lembaga International Organization for Standardization (ISO) bekerja sama dengan International Electrotechnical Commision (IEC).

Tony Seno Hartono, peneliti dari Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada, menegaskan pentingnya ISO 27001 untuk sebuah perusahaan teknologi

"ISO 27001 adalah standar manajemen keamanan informasi yang telah diadopsi Indonesia menjadi standar nasional. Standar ini memastikan organisasi untuk memiliki metode yang sangat baik untuk mengelola semua risiko-risiko keamanan," kata dia.

Sebelumnya, GoPay bersama Gojek melalui inisiatif Aman Bersama Gojek, terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan digital dengan menerapkan langkah JAGA dalam beraktivitas daring.

JAGA merupakan singkatan dari Jangan transfer di luar aplikasi, Amankan data pribadi, Gunakan identifikasi seperti verifikasi biometrik atau PIN untuk bertransaksi, dan segera Adukan hal mencurigakan kepada layanan pelanggan atau pihak berwenang jika menjadi korban kejahatan siber. (inilah.com)