Ceu Edoh: Perempuan Boleh menjadi Pemimpin

Ceu Edoh: Perempuan Boleh menjadi Pemimpin
Istimewa

INILAH,Bandung- Komedian yang terkenal dalam sinetron Preman Pensiun, Ceu Edoh berbincang dengan Ustaz Bubun. Dalam bincang-bincangnya itu, Ceu Edoh menanyakan soal kepemimpinan perempuan dalam sudut pandang islam. 

 

Ustaz Bubun yang ditanya oleh Ceu Edoh akhirnya menjabarkan secara detail perihal kepemimpinan perempuan tersebut. Menurut Ustaz Bubun, seorang perempuan dibolehkan jadi pemimpin di daerah (Bupati). 

 

"Perkara kepemimpinan di Islam itu masuk dalam bab muamalah. Berdasarkan alim ulama hukumnya mubah. Jadi boleh perempuan jadi bupati," kata Ustaz Bubun menjawab pertanyaan Ceu Edoh dalam tayangan video yang beredar di media sosial, Senin (30/11/2020).

 

Dikatakan Ustaz Bubun, islam meberikan pengecualian perempuan tidak diperkenankan atau dibolehkan menjadi pemimpin. Menurutnya, ada 3 kepemimpinan perempuan yang dilarang dalam islam.

 

"Pertama pemimpin tertinggi suatu negara seperti presiden. Kedua, pemimpin dalam rumah tangga. Dan yang ketiga pemimpin atau memimpin salat berjamaah. Kalau perempuan jadi bupati itu bisa," ujarnya. 

 

Ceu Edoh akhirnya mengaku semakin jelas setelah mendapat jawaban dari Ustaz Bubun. Ia pun lantas berharap agar pembangunan yang dilakukan oleh Bupati Bandung Dadang M Naser selama 10 tahun ini bisa dilanjutkan kembali oleh Kurnia Agustina yang akrab disapa Teh Nia.

 

Sebab, Ceu Edoh menilai  Teh Nia merupakan calon bupati Bandung dengan segudang pengalaman. Ditambah, Teh Nia ikut berperan dalam pembangunan Kabupaten Bandung yang sudah terbukti. 

 

Untuk diketahui, dari informasi yang dihimpun, dari data Humas Pemkab Bandung selama satu dekade kepemimpinan Dadang M Naser, wajah Kabupaten Bandung berubah. Setidaknya dalam 2011 hingga 2018 Pemkab Bandung telah mendapatkan 90 prestasi. Di tahun 2019, Pemkab Bandung juga memborong 46 penghargaan. Rinciannya, 19 buah penghargaan dari pemerintah pusat, 16 buah dari Pemprov Jawa Barat dan 11 penghargaan kelembagaan.

 

Selain itu Pemkab Bandung juga mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama mepat tahun berturut-turut terhitung sejak 2016-2019 dalam hal pengelolaan keuangan. Laju pertumbuhan ekonomi juag terus mengalami kenaikan. 

 

Di sektor investasi sendiri juga cukup meningkat secara signifikan. Tahun 2019, tumbuh 111 hotel di investasi pariwisata. Pada tahun 2020, terdapat 1.543 investasi industri. Sementara Rumah sakit memiliki 11 unit dengan 62 Puskesmas. 

 

Untuk Indeks Desa Mandiri (IDM) Kabupaten Bandung juga terus meningkat. Hal ini terbukti dari tidak adanya strata desa tertinggal dan desa sangat tertinggal. Jumlah strata desa mandiri di Kabupaten Bandung hingga saat ini sebanyak 56 desa. Sementara strata desa maju berjumlah 129 desa, dan desa berkembang sebanyak 85 desa. 

 

Untuk pendapatan asli daerah (PAD), di tahun 2019 Pemkab Bandung berhasil mencapai PAD senilai Rp937.419.374.522. Sementara targe PAD tahun 2020 sebesar Rp1.006.599.910.336. 

 

Untuk indeks pembangunan manusia (IPM) terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Di tahun 2019, IPM Kabupaten Bandung mencapai di persentase 72,41 persen. Sementara infrastruktur di Kabupaten Bandung terus mengalami peningkatan. 

 

Di infrastruktur jalan contohnya, di tahun 2019, target jalan mantap mencapai 85,86 persen. Sementara di akhir 2020 ini, target jalan mantab hasru rampung di 90 persen. 

 

Pemkab Bandung juga tengah membangun Menara Sabilulungan Asmaul Husna. Tinggi menara ini mencapai 99 meter. Pembangunan yang menghabiskan anggaran dari APBD tahun 2020 senilai 31 miliar itu ditargetkan rampung pada kahir tahun ini. 

 

Pembanguna menara tersebut juga nantinya akan terintegrasi dengan pembangunan Sky Walk Sabilulungan berupa jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Masjid Al Fathu dengan Kawasan Gedong Sabilulungan. Pembangunan Sky Walk Sabilulungan ini menghabislan anggaran dari APBD tahun 2019 senilai Rp18 miliar. 

 

Pemkab Bandung juga tengah membangun Rumah Sakit Umum Daerah Soreang. Rumah sakit ini digadang-gadang akan menjadi RS tipe B dan ditargetkan rampung akhir tahun ini juga. Pembangunan RS berkapasitas 320 tempat tidur dan peralatan lengkap pelayanan kesehatannya ini menggunakan APBD murni senilai Rp324 miliar.

 

Selain itu, pembangunan di sektor lainnya juga dilakukan. Seperti, pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM), Jalan Tol Soreang, Kawasan Olah Raga Stadion Si Jalak Harupat, Terowongan Nanjung dan Kolam Retensi Cieunteung sebagai solusi penanganan banjir, hingga yang lainnya. Konsep pembangunan tersebut dilakukan dengan konsep pentahelix. Konsep yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media.(rd dani r nugraha).