ASN Pemkab Cirebon Diminta Jangan Radikal

ASN Pemkab Cirebon Diminta Jangan Radikal
Bupati Cirebon saat memberikan arahan pada Hari Korpri di Pemkab Cirebon. (maman suharman)

 

INILAH, Cirebon - ASN Kabupaten Cirebon diminta untuk tidak mengikuti paham radikal yang saat ini terus berkembang. Hal itu disampaikan Bupati Cirebon saat memberikan arahan pada Hari Korpri di Pemkab Cirebon, Senin (30/11/2020).

Imron berharap, ASN mengikuti alur yang sudah pemerintah berikan. "Jangan ikuti arus radikalisme. ASN tuh sudah ada garisnya. Ikuti aturan pemerintah yang berlaku, jangan ikut aliran macam-macam," kata Imron.

Dia menjelaskan, ASN tugasnya melayani masyarakat. Justru dengan momentum Hari Korpri, ASN harus memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan hal hal yang baik. Kalau mengikuti paham radikal, otomatis pemahaman tentang NKRI akan terganggu.

"Pokoknya jangan sampai ada yang ikut pengajian yang bersifat radikal, nanti dicuci otaknya. Ini akan mengganggu kinerja ASN di kemudian hari. Negara kita sudah punya aturan yang sudah ditetapkan sesuai hukum dan aturan yang berlaku," ungkap Imron.

Dia menilai, selama ini radikalisme justru menyasar ASN, terlebih pada tataran pejabat. Dengan menyasar pejabat dan bisa mempengaruhi mereka, otomatis mereka punya jaringan ke bawahnya. Masalahnya, pejabat yang sudah terpapar akan mengajak bawahannya. Mau tidak mau, kalau sudah masuk logika dan tercuci otaknya, bawahannya pasti menjadi pengikut.

"Ini yang kami takutkan. Paham radikalisme menyasar pejabat. Dengan begitu, jaringan mereka akan lebih luas lagi. Sekali lagi saya tekankan, hindari pengajian yang sifatnya radikal," paparnya.

Imron meminta, pada momen Hari Korpri tersebut, diharapkan bisa menjadi pemacu kinerja para ASN untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Pada era globalisasi ini, ASN diminta terus mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan medsos, harus disikapi dengan bijak dan jangan sampai tergelincir dari aturan. (maman suharman)