Soal Pelatih, Robert Alberts Singgung Liga Amerika Utara

Soal Pelatih, Robert Alberts Singgung Liga Amerika Utara
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts bisa dibilang menjadi pelatih yang memiliki banyak pengalaman di Liga 1 2020. Terbukti, beberapa negara sudah dijajakinya.

Mulai dari Swedia, Korea Selatan, Malaysia, Singapura hingga Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya Robert berhasil mempersembahkan gelar juara. 

Meski demikian, pelatih asal Belanda ini mengaku awalnya tidak pernah berpikir untuk menjadi pelatih. Sebaliknya, dia hanya berpikir untuk menjadi pemain sepak bola. 

"Ketika saya masih muda, di usia yang sangat muda, saya sudah bercita-cita menjadi pesepakbola. Belum terpikirkan untuk menjadi pelatih sepak bola," ungkap Robert. 

Robert mengaku baru berpikir untuk menjadi pelatih saat bermain di Liga Amerika Utara atau North America Soccer League (NASL). Sebab selama disana, dia kerap mengikuti coaching clinic dan berinteraksi dengan anak-anak usia dini yang sangat menyukai sepak bola.

Lantas pelatih berusia 65 tahun ini memboyong pengalamannya itu ke Liga Swedia saat menjalani karier pemain sekaligus pelatih di klub Hittarps IK. 

"Dari sana saya banyak berinteraksi dengan anak kecil, berinteraksi dengan orang-orang dan merangsang mereka bermain sepak bola. Itu yang berkembang di sana dan dampaknya pesepakbola menjadi sedikit tapi pelatih bertambah dan itu otomatis berpengaruh dalam hidup saya," katanya. 

Menurutnya, pengalaman itu lah yang telah membuatnya jatuh cinta untuk menjalankan karier kepelatihannya. Alhasil, beberapa negara mulai dijajakinya, hingga akhirnya menangani Persib Bandung. 

"Hal itu sangat saya sukai dan membuat saya senang menjadi pelatih, dan hingga ini masih saya sukai. Usia bukan ukuran soal untuk tidak melakukan hal yang disukai. Meski di luaran sana tetap saja ada orang yang membenci atau cemburu," tuturnya. 

Robert mengaku sangat senang melihat para pemain menunjukan perkembangan. Terlebih perkembangan itu terjadi saat ditangani dirinya secara langsung. 

"Dan statistik berbicara, karena ada beberapa orang melihat itu di karier saya, saya sudah melakukan tugas dengan baik. Bukan saya mau bicara bagusnya karier saya, tapi dari statistik berbicara saya bisa mendapat beberapa gelar dan mempromosikan tim. Jumlah kemenangan jika dibandingkan dengan kekalahan terbilang lebih banyak," katanya.

Selain itu, Robert juga memastikan diri sebagai pelatih yang bisa menjuarai Liga dengan tidak terkalahkan bersama tiga klub dalam tiga liga berbeda. 

"Jadi itu sesuatu yang bisa dibanggakan, karena itu bukan suatu keberuntungan. Jadi saya sangat suka menjadi pelatih," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)