Lagi, Eks Kalapas Sukamiskin Dituntut 4 Tahun Bui

Lagi, Eks Kalapas Sukamiskin Dituntut 4 Tahun Bui
ilustrasi/net

INILAH, Bandung – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen hukuman penjara selama empat tahun.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan suap mantan Kalapas Sukamiskin  Wahid Husen di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (30/11/2020).

Dalam amar tuntutannya, JPU KPK Eko Wahui Prayitno menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menerima suap berupa mobil, sebagaimana diatur dalam dakwaan pertama pasal 12 huruf a.

”Menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun kepada terdakwa Wahid Husen,” katanya.

Sebelum membacakan tuntutannya, JPU juga membacakan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah, dan masih menjalani hukuman dalam perkara suap.

Sementara yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan, memiliki tanggungan keluarga, kooperatif dan mengakui kesalahannya.  Atas tuntutan tersebut, terdakwa dan kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan.

Suap itu terjadi saat terdakwa melakukan Sertijab sebagai Kalapas Sukamiskin di Maret 2018. Terdakwa bertemu dengan Radian yang pernag menjadi mitra kerjasama  di Lapas Madiun dan Narkotiika Klas 2 Bandung dengan Wahid Husein.

”Terdakwa pun dalam pertemuan itu meminta agar menukar mobil Kijang Inova miliknya dengan Toyota Fortuner. Radian pun berjanji akan memenuhinya, dan diganti dengan Mitsubishi Pajero,” ujarnya.

Radian pun kemudian memerintahkan stafnya untuk membeli Mitsubishi Pajero Sport seharga Rp 517 juta lebih dengan cara dicicil atasnama Muahir. Di awal Mei terdakwa kemudian mengenalkan Radian kepada staf Lapas Sukamiskin.

Di Juni 2018, Radian menempatkan beberapa stafnya di Lapas Sukamiskin untuk menjalankan mesin percetakan dan mulai menerima berbagai orderan, baik dari internal Lapas Sukamiskin ataupun dari luar.

”Selaku Kalapas, terdakwa membiarkan kegiatan tersebut, walaupun Radian belum resmi menjadi mitra. Lantaran belum ada perjanjian kerjasama  yang harus diketahui Kanwil KemenkumHAM Jabar,” katanya.

Setelah proyek peretakan berjalan, terdakwa pun menangih mobil yang dijanjikan Radian. Radian pun kemudian mengajak terdakwa ke showroom di Bekasi dan malam harinya mobil tersebut diantar staf terdakwa ke rumah Wahid di Bandung.

Atas perbuatan tersebut terdakwa dijerat pasal 11 ayat huruf a  atau kedua pasal 11 atau ketiga pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

Atas dakwaan tim JPU KPK tersebut, terdakwa dan kuasa hukumnya tidak akan mengajukan eksepsi. Sidang yang dipimpin Daryanto pun ditunda pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. (Ahmad Sayuti)