Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Disiplin di Pelintasan Sebidang KA

Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Disiplin di Pelintasan Sebidang KA
istimewa

INILAH, Bandung - Lantaran masih rendahnya kedisiplinan berlalu lintas di pelintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung kembali menggelar kegiatan sosialisasi di pelintasan sebidang. Kegiatan berlangsung di JPL 169 Stasiun Kiaracondong, Senin (30/11/2020). 

Daop 2 Bandung mencatat, pada Januari-November 2020 ini terjadi 6 kecelakaan di pelintasan sebidang KA. Secara umum, total pelintasan sebidang di wilayah Daop 2 Bandung terhitung sebanyak 553 titik. Dari total itu, pelintasan yang dijaga sebanyak 112 titik sedangkan yang tidak dijaga 441. Khusus pelintasan tidak sebidang yang difasilitasi flyover dan underpass sebanyak 14 titik. 

Deputy Executive Vice President Daop 2 Soegito mengatakan, sejak Januari lalu sosialisasi disiplin di pelintasan KA itu dilakukan sekitar 30 kali. Pihaknya tak jemu mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi pelintasan sebidang KA. 

"Kami akan terus melalukan sosialisasi di pelintasan sebidang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan berlalu lintas. Sehingga harapannya angka kecelakaan di perlintasan sebidang dapat ditekan,” kata Soegito.

Menurutnya, keselamatan di pelintasan sebidang itu merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, operator, dan juga pengguna jalan memiliki peran masing-masing yang sama pentingnya.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan berupa membentangkan spanduk dan membagikan stiker berisi peraturan dan tata cara berkendara saat melewati pelintasan sebidang. Selain itu, imbauan juga disampaikan melalui pengeras suara agar pengguna jalan selalu berhati-hati.

Sesuai UU No 23/2007 tentang Perkeretaapian, disebutkan pada perpotongan sebidang antara jalur KA dan jalan itu pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. 

Sedangkan, dalam UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan menyebutkan pada pelintasan sebidang antara jalur KA dan jalan itu pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan mendahulukan kereta api.

“Perjalanan KA lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar, sehingga pengguna jalan yang harus mendahulukan jalannya KA. Maka dari itu pintu pelintasan utamanya difungsikan untuk mengamankan perjalanan KA,” ujarnya.

Dia menambahkan, kecelakaan di pelintasan sebidang itu tidak hanya merugikan pengguna jalan tapi merugikan KAI sebagai operator. Pasalnya, Tidak jarang perjalanan KA lain terhambat, kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian, hingga petugas KAI yang terluka akibat kecelakaan di pelintasan sebidang. 

"Untuk menekan angka kecelakaan dan korban, maka masyarakat diharapkan dapat lebih disiplin berlalu lintas, menyadari dan memahami juga fungsi pintu pelintasan," imbuhnya. (*)