Format Liga Tak Berubah, Teddy Memastikan Persib Tak Merasa Diuntungkan

Format Liga Tak Berubah, Teddy Memastikan Persib Tak Merasa Diuntungkan
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono sambut baik keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengenai nasib Liga 1 2020. Pasalnya kompetisi tertinggi tanah air itu tidak akan mengalami perubahan format. 

Sesuai dengan keputusan PT LIB, Liga 1 2020 yang rencananya akan digelar awal Februari 2021 ini masih akan menggunakan sistem kompetisi penuh. 

Bahkan LIB juga memutuskan untuk melanjutkan Liga 1 2020 yang sudah berjalan tiga pertandingan. Artinya kompetisi akan mulai dilanjutkan pada pertandingan keempat. 

"Ya, seharusnya memang itu paling ideal, format kompetisi penuh seperti sekarang. Kalau dilanjutkan, ya idealnya seperti itu," kata Teddy saat dihubungi, Senin (30/11/2020). 

Meski demikian, Teddy membantah keputusan untuk tidak mengubah format dan melanjutkan laga di pertandingan keempat bakal menguntungkan Persib Bandung. Sebab tim berjulukan Maung Bandung itu berada di puncak klasemen sementara dengan mencatatkan tiga kemenangan secara beruntun.

Total poin yang dihasilkan sembilan. Masing-masing menang atas Persela Lamongan 3-0, Arema FC 2-1 dan PSS Sleman 2-1. 

"Gak lah, maksudnya itu bukan sesuatu yang menguntungkan karena masih jauh perjalanannya apapun bisa terjadi. Bukan karena itu lah sebenarnya yang namanya kompetisi dengan format kompetisi penuh memang ya seharusnya begitu dimana-mana," bebernya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita memastikan format Liga 1 Indonesia musim 2020 yang rencananya bergulir mulai Februari tahun depan tidak berubah dengan tetap menggunakan sistem kompetisi penuh.

"Format tidak berubah. Liga 1 akan dilanjutkan mulai pertandingan pekan keempat," kata Akhmad dilansir Antara. 

Menurut Akhmad, saat ini LIB terus menyusun jadwal agar Liga 1 bisa berakhir sesuai proyeksi Juli 2021. LIB juga menunggu izin keramaian dari Polri untuk menggulirkan lagi kompetisi.

"Sekarang tinggal mengatur jadwal yang pas bagaimana," kata dia.

Untuk Liga 2, Akhmad Hadian pun menegaskan format turnamen tidak berganti. Liga 2 ditargetkan mulai satu pekan setelah sepak mula Liga 1. 

"Untuk Liga 2 mungkin Maret atau awal April 2021 sudah selesai," sambung Akhmad.

Liga 1 dan 2 Indonesia rencananya dilangsungkan kembali mulai Februari 2021 setelah tertunda pandemi Covid-19. Musim kompetisi pun berubah nama dari musim 2020 menjadi musim 2020-2021. Liga 1 diproyeksikan bergulir Februari-Juli 2021, sedangkan Liga 2 pada Februari-akhir Maret/awal April 2021.

Akhmad menggarisbawahi besar subsidi untuk tim Liga 1 dan 2 tidak akan berubah saat kompetisi berlangsung.

Selama liga berputar, setiap tim peserta Liga 1 mendapatkan subsidi Rp800 juta per bulan, sedangkan klub-klub Liga 2 mendapatkan Rp450 juta pada babak penyisihan grup, Rp200 juta pada fase delapan besar dan Rp200 juta bagi setiap klub yang melaju ke semifinal.

Juara Liga 2 berhak atas hadiah Rp500 juta, sedangkan peringkat kedua mendapatkan Rp300 juta.

Sebelum kompetisi berjalan pada Oktober 2020-Januari 2021, setiap tim peserta Liga 1 diberikan uang kontribusi sebesar Rp200 juta per bulan. Untuk Liga 2, masing-masing klub meraup Rp100 juta per bulan pada periode sama. (Muhammad Ginanjar)