Selain Patuhi Prokes, Saat Pandemi Imunitas Tubuh Harus Dijaga

Selain Patuhi Prokes, Saat Pandemi Imunitas Tubuh Harus Dijaga
ilustrasi/net

INILAH, Bandung - Semua pihak harus mematuhi protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya demi menekan tingkat penularan Covid-19. Selain itu, imunitas harus selalu dijaga supaya masyarakat memiliki daya tahan yang baik di tengah pandemi.

Hal ini tersebut disampaikan Twindy Rarasati sebagai seorang penyintas Covid-19 dalam acara "Dialog Produktif" dengan tema "Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan" di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), pekan lalu.

Sebagai seorang tenaga kesehatan, Twindy harus menanggung risiko penularan Covid-19 yang lebih besar ketimbang masyarakat pada umumnya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dia sempat dinyatakan positif Covid-19.

"Awalnya, saya langsung sesak nafas, lalu merasakan sakit kepala, kelelahan, hilangnya indera penciuman dan pengecapan. Namun, saya tidak mengalami demam atau batuk,"  katanya dalam keterangan pers yang diterima INILAH, Senin (30/11/2020).

Ia menjelaskan, banyak sekali gejala yang dapat timbul ketika seseorang terinfeksi SARS CoV-2. Itu sebabnya, Twindy menganjurkan agar selalu memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh.

"Saya sempat dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan melakukan isolasi mandiri selama dua minggu lagi di rumah. Setelah itu, saya dinyatakan sembuh dan bisa kembali bekerja," kata Twindy.

Twindy menjelaskan, selama proses pemulihan, indra perasa dan penciumannya berangsur pulih setelah dia sempat kehilangan fungsi kedua indra tersebut selama empat atau lima hari.

"Saya mengatur pola makan dengan asupan makanan berkalori dan berprotein tinggi. Ini menjadi upaya untuk meningkatkan imunitas," ujarnya ketika bercerita tentang perawatan yang dijalani. (Ahmad Sayuti)