Dewan Minta Pemkot Perhatikan Keluarga yang Diisolasi Mandiri

Dewan Minta Pemkot Perhatikan Keluarga yang Diisolasi Mandiri
ilustrasi/net

INILAH, Bandung – Peranan pemerintah sangat diperlukan oleh keluarga pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri. Lantaran saat mereka fokus melakukan isolasi, otomatis perekonomian pun terganggu.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung Asep Sudrajat mengatakan, meski ada bantuan atau perhatian dari lingkungan maupuan warga sekitar, kebutuhan keluarga yang tengah mengisolasi mandiri tetap harus diperhatikan oleh pemerintah.

"Bagaimana dengan makanan dan kebutuhan sehari-hari mereka dalam 14 hari, ketika semua harus isolasi mandiri. Sehingga perhatian pemerintah tetap dibutuhkan, tidak bisa terus mengandalkan warga atau lingkungan sekitarnya," ungkapnya di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (30/11/2020).

Menurutnya, selain sosialisasi penanganan Covid-19 dengan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, juga harus dibarengi dengan perhatian kepada warga yang terpapar virus corona.

Dengan tidak perhatiannya pemerintah, maka tidak mungkin warga memilih keluar untuk mencari nafkah atau kebutuhan, meski sedang menjalani isolasi mandiri.

"Ketika mereka keluar karena tidak ada untuk nafkah atau kebutuhan, maka dikhawatirkan terjadi penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat," katanya.

Asep menerangkan, banyak masyarakat yang mengadukan, akan kurangnya perhatian pemerintah kepada keluarga yang sedang isolasi mandiri. Padahal upaya tersebut, dalam mendukung pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Dia menuturkan, sekitar 14 kecamatan di Kota Bandung masuk ke dalam klaster keluarga. Oleh karena itu, antisipasi pemerintah harus segera dilakukan, agar tidak semakin banyak wilayah di Kota Bandung yang terpapar kluster tersebut.

"Jangan terus fokus ke mal atau kafe, tapi juga lihat bagaimana pemukiman warga juga terpapar, ini yang juga harus diperhatikan agar tidak semakin meluas penyebaran Covid-19,"  ujarnya. (Ahmad Sayuti)