Kisah Jurnalis Penyintas Covid-19 Berjuang Untuk Sembuh

Kisah Jurnalis Penyintas Covid-19 Berjuang Untuk Sembuh

INILAH, Bandung - Tidak seperti hari-hari biasanya, Bagus Ahmad Rizaldi (24) terpaksa harus menghabiskan waktu dengan melakukan isolasi mandiri sejak dinyatakan positif Covid-19. Sebagai seorang Jurnalis, Dia termasuk orang yang memiliki mobilitas tinggi.

Namun, semuanya berubah saat Bagus dinyatakan positif Covid-19. Dia tidak menyangka dinyatakan terinfeksi oleh virus corona. Pewarta yang bertugas di Kota Bandung itu berstatus sebagai orang tanpa gejala atau OTG. Dia tak merasa demam atau gejala lainnya yang acap kali dirasakan oleh orang yang terinfeksi. "Saya ga nyangka karena pada waktu itu saya merasa saya baik-baik saja," ucap Bagus saat ditemui di Kota Bandung, Senin (30/11/2020).

Bagus menjelaskan, sebelum dinyatakan terpapar Covid-19, dia dan teman-teman jurnalis lainnya sempat ikut camping pada akhir bulan Agustus lalu. Ternyata, rekan satu tendanya dinyatakan terinfeksi virus corona. Dia lalu mengikuti tes swab yang difasilitasi pemerintah. Kemudian dinyatakan terinfeksi virus corona dan diharuskan menjalani isolasi.

Seperti mimpi buruk di siang bolong. Bagus mengungkapkan, sontak kabar dirinya terpapar Covid-19 tersebut membuatnya dan keluarga terpukul. "Saat dinyatakan positif rasanya sangat sulit dijelaskan, yang pasti sangat terpukul," ungkap Bagus

Pada minggu pertama menjalani isolasi mandiri. Bagus menjelaskan, hari-hari terasa sangat sulit baginya. Bahkan, produktifitasnya sebagai pewarta mulai menurun. Meski begitu, Dia tidak pernah berhenti menulis sebuah karya jurnalistik. "Paling menulis wawancara via telfon atau berdasarkan siaran pers yang diterima. Walaupun secara produktifitas berita ada penurunan," ungkap Bagus.

Memasuki minggu kedua massa isolasi, Bagus pun mulai menerima kondisinya dan berupaya untuk sembuh. Dia melakukan aktifitas olahraga, menjaga asupan makanan, menghibur diri dengan bermain game atau nonton film sambil tetap melakukan isolasi mandiri.

Selain itu, doa dan motivasi sang ibunda menjadi obat yang ampuh dalam proses penyembuhannya. Sang Ibu berpesan, bahwa semua yang terjadi sudah kehendak Tuhan dan manusia hanya bisa menerima dan berusaha bangkit.

Motivasi ibu lah yang membuatnya kuat dan bertahan mejalani isolasi mandiri. Bagus percaya, bahwasaanya tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan asal mau berusaha dan bangkit.

"Beruntung ada orang tua terus memberikan motivasi untuk tetap tenang dan menerima kondisi saya, mereka meminta saya untuk melakukan isolasi di kamar. Selama isolasi mandiri, saya fokus pada penyembuhan mandiri salah satunya penguatan imunitas, mulai dari menghilangkan fikiran negatif tentang penyintas ataupun Covid-19

Selang 14 hari, Bagus kembali menjalani tes swab untuk yang kedua kalinya. Dia bersyukur, kali ini hasil tes swab menunjukkan dirinya negatif dari virus. Di sisi lain, orang tuanya pun dinyatakan tak terinfeksi oleh virus corona.

Kini, kondisinya telah sehat dan kembali beraktivitas sebagaimana biasanya. Terakhir, dia memberi pesan agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Dia meyakini pandemi bakal berakhir.

"Semoga kisah saya menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat, dan tetap terapkan prokotol kesehatan. Untuk yang masih dinyatakan positif Covid-19, semoga lekas diberikan kesembuhan," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)