Kota Bandung Kembali ke Zona Merah, Warga Diminta Patuhi Prokes

Kota Bandung Kembali ke Zona Merah, Warga Diminta Patuhi Prokes
Istimewa

INILAH, Bandung - Koordinator Bidang Perencanaan Data Kajian dan Analisa Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara membenarkan bahwa status kewaspadaan penyebaran COVID-19 telah berubah dari zona oranye ke zona merah. 

"Iya zona merah. Perubahan status dikarenakan kasus positif aktif yang terus ditemukan dari fasilitas pelayanan kesehatan. Kita imbau agar masyarakat disiplin dan mematuhi protokol kesehatan," kata Ahyani. 

Pusat data informasi Covid-19 Kota Bandung merilis jumlah kasus kumulatif Covid-19 hingga Senin kemarin mencapai 3.560 kasus dengan kasus harian mencapai 106 kasus. Kasus konfirmasi aktif 759 kasus dan kasus sembuh 2.688 serta kasus meninggal dunia 113 kasus. 

Dampak status zona merah, Gugus Tugas Kota Bandung telah mengintruksikan jajarannya melakukan penyemprotan disinfektan satu minggu tiga kali di jalan protokol. Selain itu, masyarakat diminta agar disiplin protokol kesehatan di lokasi yang berpotensi terjadi kerumunan dan menerapkan sanksi denda. 

Gugus tugas juga mengintruksikan agar kapasitas penumpang kendaraan umum maksimal 30 persen serta memberlakukan kembali penutupan jalan. Selain itu, sektor usaha toko modern dievaluasi kembali maksimal kapasitas 30 persen dan jam operasional hingga pukul 18.00 Wib.

Sektor usaha pariwisata diminta untuk kembali memberlakukan take away dan jam operasional berkurang hingga pukul 19.00 WIB. Instruksi tersebut akan diperkuat dengan mengubah revisi peraturan Wali Kota Bandung.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, sebelumnya menyebutkan bahwa peningkatan kasus harian yang mencapai puluhan salah satunya disebabkan dampak libur panjang pada Oktober lalu. Selain itu kedisiplinan protokol kesehatan yang menurun. (Yogo Triastopo)