Realme Jadi Merek Paling Cepat Berkembang di Dunia

Realme Jadi Merek Paling Cepat Berkembang di Dunia
Istimewa

INILAH,  Jakarta - Raihan angka menjadi suatu patokan di mana kita bisa memberikan gelar tertentu. Berdasarkan fakta ini, realme diganjar dengan gelar "Worlds Fastest Growing Smartphone Brand". Pemberian gelar tersebut dilakukan oleh lembaga riset ternama Counterpoint periode kuartal ketiga tahun 2020.

Dalam laporan tersebut realme tercatat telah berhasil mengapalkan 14,8 juta unit di periode itu, menjadikannya pengisi posisi 7, di mana posisi 6 lainnya secara berurutan diisi oleh Vivo, Oppo, Apple, Xiaomi, Huawei, dan Samsung. Jadi bisa dikatakan pencapaian realme dalam mengapalkan 50 juta unit smartphone dalam sembilan kuartal menyamai prestasi yang sama yang dilakukan Apple dalam waktu empat tahun.

Raihan gemilang ini diapresiasi langsung oleh Sang CEO, Bingzhong Li atau yang juga dikenal dengan nama Sky Li. Dalam surat terbukanya, ia berterima kasih kepada satu dari 50 juta pengguna tersebut yang memungkinan realme berkembang sebegitu pesat hanya dalam waktu dua tahun saja.

Mendengar nama realme mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sebab meski berasal dari Tiongkok, namun brand ini lebih berfokus untuk berkarier di luar negeri.

Kehadirannya merupakan buah dari pemikiran Li saat bercakap dengan sebuah platform e-commerce di Tiongkok pada bulan April 2018. Saat itu ia menemukan bahwa memang banyak pilihan smartphone yang berjejer di pasar, tidak hanya lokal Tiongkok tapi juga saat Li bepergian ke berbagai negara.

Tapi tanggapan yang ia dapat dari pasar-pasar tersebut adalah masih banyak pengguna anak muda di tiap negara yang mengatakan mereka tidak puas saat membeli smartphone secara daring demi mendapatkan harga lebih murah tapi nyatanya saat digunakan smartphone yang mereka beli itu memiliki kualitas dan performa yang kurang baik.

Dari sini lah Li melihat potensi besar di celah pasar smartphone yang sudah padat. Li kemudian mengambil filosofi performa terdepan dengan desain yang trendi saat membuat realme. Ia juga menambahkan harga yang diberikan haruslah pantas karena produk-produk mereka nantinya akan ditargetkan ke pasar anak muda.

Saat memasuki pasar Indonesia, pola serupa juga ditemukan. Ada dua hal yang diperhatikan oleh pasar lokal saat berbicara mengenai sebuah produk smartphone. Pertama tidak lain adalah spesifikasi. Pasar smartphone Indonesia merupakan pasar yang sangat dinamis, atau sederhananya menyukai segala hal baru dan lebih baik dari sebelumnya dan kedua adalah dibanderol dengan harga terbaik. Poin ini yang kemudian ditargetkan realme dalam menyiapkan senjatanya. Padahal saat itu realme juga hanya memiliki 8 orang di tim-nya dan memiliki ambisi untuk masuk ke 8 negara di pasar Asia Tenggara.

realme diinkubasi pada 4 Mei 2018, smartphone pertama mereka diluncurkan di India pada 15 Mei, menyusul smartphone kedua yang resmi dirilis pada Agustus. Pada Oktober di tahun yang sama, realme masuk ke Indonesia. Hingga kini mereka telah bermain di sepuluh pasar yang di antaranya berada di India, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia dalam waktu kurang dari setengah tahun saja.

Masih cukup teringat dalam bayangan bahwa smartphone realme 2 hadir ke Indonesia sebagai sebuah merek yang hijau tapi berani bersaing dengan nama-nama besar yang telah hadir jauh lebih lama, melalui spesifikasi smartphone yang tergolong tinggi di segmennya juga kualitas yang menyertai. Tidak hanya satu, melalui acara peluncuran yang cukup megah di hotel berbintang pusat Jakarta, kala itu realme turut memboyong dua smartphone lainnya yaitu realme 2 Pro dan realme C1 yang masing-masing mengisi ceruk pasar di atas dan di bawah dari realme 2.

Kombinasi dua poin yang memikat pasar Indonesia kemudian membawa realme ke sebuah kesuksesan, dibuktikan dalam perhelatan tahunan festival belanja 11.11. Di mana sebagai merek smartphone belum genap satu tahun, realme berhasil menyabet gelar nomor satu dalam kategori volume penjualan daring di Lazada.

Seiring berjalannya waktu dan konsistensi dalam meluncurkan beragam produk, pada Agustus 2020 realme telah masuk ke 61 pasar di dunia, yang mencakup 5 benua dan menjadi pengisi posisi 5 teratas di 13 pasar smartphone.

Menurut penelitian terbaru Counterpoint, dengan kemampuan untuk secara efisien menghadirkan teknologi dan fitur mutakhir ke segmen smartphone terjangkau, serta strategi pemasaran yang "keren" untuk memengaruhi segmen konsumen sasarannya, realme telah berhasil membedakan proposisi nilainya dalam persaingan pasar yang ketat.

Masih berdasarkan laporan penelitian yang sama, di kawasan Asia Tenggara, realme tumbuh sebesar 196% YoY dan 47% QoQ. Menunjukkan kepemimpinan yang nyata di negara-negara utama termasuk Filipina, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, bahkan memperkuat posisinya di daftar 5 merek smartphone teratas di kawasan-kawasan tersebut.

Sebagai brand yang kerap melakukan lompatan ke depan, realme berkomitmen untuk menyediakan para penggunanya akses paling awal ke teknologi yang akan menjadi tren terbaru. Ambil contoh realme XT merupakan smartphone pertama di dunia dengan kamera 64 megapiksel. Pada tahun 2020, realme meluncurkan teknologi pengecasan mutakhir -- 125W UltraDart, yang membawa kecepatan pengisian daya ke ketinggian baru dengan mengisi daya 33% dalam waktu 3 menit.

realme bukan hanya pencipta teknologi, tapi juga pemopuler. Dalam hal teknologi pengisian daya, dari kapasitas 20W pada tahap awal mereka berdiri, ke 30W, hingga 65W yang kini mulai menjadi standar di jajaran smartphone realme. Jika dilihat secara keseluruhan, sebagian besar produk realme telah dilengkapi dengan teknologi pengisian daya cepat, yang sangat meningkatkan pengalaman pengguna. Teknologi pengisian yang lebih cepat bahkan mengubah kebiasaan pengguna dan menjadi salah satu keunggulan penting produk realme yang kini tersedia di semua rentang harga.

Di sisi lain, bersamaan realme juga sedang menjalankan kariernya sebagai pemopuler AIoT. Hanya dalam beberapa bulan saja, realme dengan cepat menginjakkan kaki di pasar smart TV, perangkat wearable, audio, dan bentuk lainnya. realme mengedepankan strategi 1 + 4 + N. Strategi yang terlihat memiliki dampak positif dengan bukti realme TV dan realme Buds menjadi best seller di sejumlah pasar.

Meski demikian, bagi realme angka pencapaian bukanlah segalanya. realme lebih melihat prestasi yang didapatkan sebagai pengakuan bahwa merek mereka ini berada di jalan yang benar dalam mewujudkan tujuan utama.

"Stay Hungry, Stay Foolish" merupakan ungkapan Steve Jobs yang menjadi kalimat favorit Sky Li. Dalam pandangannya, dedikasi Steven Jobs pada produknya jarang terjadi, dan dia memimpin timnya dalam upaya tak henti-hentinya untuk menemukan jalan menuju kesuksesan, berjuang hingga hari terakhir dalam hidupnya dalam kariernya, mengubah industri, dan mendorong kemajuan teknologi. (inilah.com)