DPRD Jabar Minta Masyarakat Konsisten Patuhi Protokol Kesehatan

DPRD Jabar Minta Masyarakat Konsisten Patuhi Protokol Kesehatan
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung – Seiring melonjaknya jumlah penderita Covid-19, Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah meminta kepada masyarakat, untuk tetap konsisten mematuhi protokol kesehatan.

Dia pun mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) serta pemerintah Kota Bandung, untuk memperketat aturan terkait protokol kesehatan guna mencegah situasi yang kian parah. Terlebih sejauh ini, kapasitas rumah sakit maupun layanan kesehatan lain sudah penuh.

“Kondisinya kita sama-sama tahu. Eskalasinya naik. Kita akui memang naik. Rumah sakit penuh. Ruang isolasi penuh. Mau tidak mau sekarang protokol kesehatan kita minta untuk lebih ketat. Meskipun sepertinya masyarakat sudah mulai tidak dengar. Pak wali (Oded) juga sudah buat langkah-langkah. Surat edaran tiap pekan terus diperbaharui. Rencananya pekan ini secara khusus akan ada pertemuan, untuk membahwa hal-hal yang sudah semakin mengkhawatirkan,” ujar Siti kepada INILAH, Selasa (1/12/2020).

“Di DPRD Provinsi, kita juga bahas. Sebab di Kota Bandung ini ternyata 41 persen dari luar kota. Itu berarti dari Jawa Barat. Ini jadi tanggungjawab provinsi dan harus dipikirkan, bagaimana kita harus menangani itu agar tidak semakin parah,” lanjutnya.

Sementara terkait vaksin, Siti mengatakan sudah ada langkah strategis yang diambil pemerintah pusat. Rencananya 246 juta penduduk Indonesia, akan mendapatkan vaksin sebagai langkah pencegahan penyebaran pandemi yang kian massif. Dia berharap, daerah dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mengingat ada keterbatasan dari pusat dalam penyediaan vaksin tersebut.

“Seperti yang kita tahu, akan ada pembagian vaksin. Rencananya untuk 246 juta penduduk. Kurang lebih sekitar 64 persen saja, yang ditanggung pemerintah. Ini memang belum dibahas rinci, karena baru ada sosialisasi vaksin tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di usia 18-59 tahun. Dari pusat hanya menyiapkan vaksin saja, tanpa yang lain seperti jarum suntik. Tentu saja daerah harus menyiapkan betul mekanismenya,” ucapnya.

Dia berharap, masyarakat dapat menaati program tersebut sebagai langkah percepatan penanganan pandemi oleh pemerintah. Mengingat rencananya di 2021, jika vaksin tersebut berhasil. Semua agenda akan kembali berjalan normal, tanpa dirisaukan oleh ancaman Covid-19.

“Yang terpenting masyarakat bisa kooperatif untuk vaksin ini. Serta pihak berwenang juga wajib menjawab dan menjelaskan khususnya pakar dari kesehatan, apa dan bagaimana vaksin tersebut. Soal vaksin yang di uji coba (Sinovac), kita masih evaluasi. Untuk vaksin yang disebar sekarang, ini adalah langkah percepatan supaya di 2021. Semua kegiatan kita, seperti sekolah tatap muka dan lain-lain kembali bisa berjalan normal,” tandasnya. (Yuliantono)