Zona Merah, Relaksasi Sektor Usaha di Kota Bandung Kian Diperketat

Zona Merah, Relaksasi Sektor Usaha di Kota Bandung Kian Diperketat
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan melakukan revisi Peraturan Wali (perwal) Kota Bandung tentang kebijakan adaptasi kebiasaan baru (AKB) setelah perubahan level kewaspadaan dari zona oranye ke zona merah.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, perubahan status level kewaspadaan saat ini berdampak kepada perwal yang harus diubah. Menurutnya, kebijakan perubahan perwal dilakukan pada saat rapat terbatas pimpinan.

"Ratas dipercepat, ratas minggu ini. Kalau zona merah, ada konsekuensi, sekarang belum mulai karena perwal belum direvisi," kata Ema di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (1/12/2020). 

Menurutnya, salah satu sektor yang dapat diubah adalah di sektor usaha yaitu kapasitas sektor dari 50 persen menjadi 30 persen. Selanjutnya, operasional toko modern yang dipercepat dari pukul 21.00 WIB menjadi pukul 19.00 WIB hingga 18.00 WIB. 

"Semua akan berlaku seperti itu. Lalu kendaraan umum dari 50 ke 30 persen. Work from home (WFH) disesuaikan, terutama yang rentan kesehatan dan usia tua atau lansia," ucapnya. 

Ema menambahkan, relaksasi di bidang tempat hiburan malam kemungkinan dapat direvisi kembali. Saat ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sedang melakukan evaluasi.

"Salah satu penyebab perubahan status dari zona oranye ke zona merah karena adanya libur panjang beberapa waktu lalu, dan mobilitas masyarakat yang tinggi mempercepat penularan," ujar dia. (Yogo Triastopo)