Sembuh Covid, Ade Yasin Langsung Sidak Proyek Pedestrian

Sembuh Covid, Ade Yasin Langsung Sidak Proyek Pedestrian

INILAH, Cibinong - Bupati Bogor Ade Yasin terus menata Cibinong, sebagai ibu kotanya Kabupaten Bogor. Lebih dari Rp300 miliar dianggarkan untuk melakukan pembangunan jalan, pedestrian, taman, tugu selamat datang dan lainnya.

Penataan Cibinong ini dikerjakan secara keroyokan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) dan Tim Fasilitasi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Khusus untuk ruas Jalan Edi Yoso Martadipura dan lingkar Pakansari, Pemkab Bogor akan menjadikannya sebagai pusat kuliner di Bumi Tegar Beriman.

"Dalam menata ibu kota Kabupaten Bogor ini, pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan dana TJSL dari perusahaan yang berusaha di Bumi Tegar Beriman, dengan dibuat pedestrian, taman dan lainnya ini saya mengharapkan dengan Cibinong yang cantik maka masyarakatnya semakin nyaman baik dalam berwisata kuliner maupun berolahraga," kata Ade Yasin kepada wartawan saat inspeksi mendadak di proyek pembangunan Jalan Pedestrian Jalan Raya Kandang Roda dan Pakansari, Rabu, (2/12/2020).

Ibu dua orang anak ini menambahkan dalam penataan Cibinong ini jajarannya melakukanmya secara bertahap dan berkelanjutan hingga akhir tahun 2021, hal itu juga disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

"Total biaya penataan Cibinong ini lebih dari Rp 300 miliar, dimana tanggung jawab pelaksanaannya ada di DPU-PR dan DPKPP. Proyek yang dimulai dari Simpang Sentul, Jalan Raya Kandang Roda, Jalan Edi Yoso Martadipura hingga Jalan Mayor Oking ini dibiayai dari APBD Tingkat II dan dana TJSL ini," tambahnya.

Ditemui dilokasi yang sama, Kepala DPU-PR R Soebiantoro menjelaskan dalam sidak kali ini, jajarannya meminta penyedia jasa PT. Vanca Utama Perkasa untuk mengkebut pekerjaannya.

"Progress proyek pembangunan Jalan Pedestrian Jalan Raya Kandang Roda dan Pakansari ini baru 40 persen dan dengan tenggat waktu hingga (26/12) mendatang maka kami minta PT. Vanca Utama Perkasa melakukan mengkebut pekerjaannya hingga minimal mencapai 80 persen," jelas Soebiantoro.

Mantan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) ini melanjutkan jika hingga batas waktu pembangunan tidak juga selesai, maka akan diberikan waktu tambahan hingga50 hari kalender plus denda sebesar Rp 23 juta.

"Prediksi kami proyek senilai Rp 23.860.649.000,- ini tetap akan meluncur ke Tahun 2021 mendatang, mereka akan kami sanksi denda sebesar Rp 23 juta perhari. Untuk mengurangi potensi sanksi denda itu mereka kami himbau menambah jumlah pekerja, menambah alat berat dan menambah jam kerja hingga malam hari," lanjutnya. (Reza Zurifwan)