Bandung Zona Merah, Warga Diminta Waspada dan Disiplin Prokes

Bandung Zona Merah, Warga Diminta Waspada dan Disiplin Prokes
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (Istimewa)

INILAH, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan setelah level kewaspadaan penyebaran Covid-19 di Kota Bandung menjadi zona merah. 

"Apapun zonanya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, karena Kota Bandung kondisinya sudah waspada, dan keterisian tenmpat tidur pun sudah penuh," kata Yana di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Rabu (2/12/2020). 

Menurutnya, pimpinan lintas sektoral akan melakukan rapat terbatas untuk menentukan kebijakan terkait status zona merah. Menurutnya, beberapa pilihan yang dapat dilakukan yaitu diantaranya mengurangi jam operasional kegiatan usaha dan kapasitas. 

Namun kata dia, opsi-opsi tersebut masih belum final. Sebabnya, harus disepakati para pimpinan terlebih dahulu. Salah satu upaya yang gencar terus dilakukan, adalah mendorong penegakan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan.

Yana pun meminta semua pihak mentaati Peraturan Wali Kota Bandung tentang adaptasi kebiasaan baru (AKB). Karena salah satu penyebab status Kota Bandung menjadi merah lantaran tingkat kedisplinan yang menurun.

Sementara itu Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, perubahan status level kewaspadaan dari zona oranye ke zona merah berdampak kepada Perwal yang harus diubah. Menurutnya, kebijakan perubahan perwal akan dilakukan pada saat rapat terbatas pimpinan.

"Ratas dipercepat, ratas minggu ini. Kalau zona merah, ada konsekuensi, sekarang belum mulai karena perwal belum direvisi," kata Ema. 

Dia menambahkan, relaksasi di sektor usaha yang diperkirakan dapat diubah yaitu kapasitas sektor usaha berubah dari 50 persen menjadi 30 persen. Selanjutnya, operasional toko modern dipercepat dari pukul 21.00 WIB menjadi pukul 19.00 WIB hingga 18.00 WIB. (Yogo Triastopo)