Yana : Semua Miliki Kesempatan Mengembangkan Potensi

Yana : Semua Miliki Kesempatan Mengembangkan Potensi
Istimewa

INILAH, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung selalu berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki warganya. Namun pihaknya sangat membutuhkan kontribusi dari masyarakat untuk mengembangkannya.

Karenanya, dia sangat mengapresiasi jika ada lembaga atau organisasi yang mau membantu mengembangkan potensi warga Kota Bandung. Termasuk kepada anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung. 

Hal itu yang dilakukan Free and Safe Indonesia Foundation (Yayasan Bebas Selamat Indonesia) dalam membantu anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung agar dapat menyesuaikan diri kembali dengan kehidupan di luar LPKA.

"Tinggal mungkin dari Yayasan bisa membimbing dan kami dari pemkot juga bisa membantu baik dengan pelatihan, penyuluhan dari dinas terkait dengan memanfaatkan potensi yang ada," kata Yana di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Rabu (2/12/2020). 

Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu melalui olahraga. Voli dan futsal merupakan bahasa yang universal. Anak-anak binaan pun bisa juga melakukannya bersama-sama dengan orang-orang yang berbeda latar belakangnya.

"Harapannya orang-orang yang pernah di dalam itu kan ada yang minder, jadi memang harus bertransisi. Mudah-mudahan di olahraga mereka bisa menemukan jalan terbaik untuk masa depannya," ucapnya. 

Perlu diketahui, Yayasan Bebas Selamat Indonesia didirikan Jorge dan Caron Marquez pada Juni 2018. Yayasan ini membantu orang dewasa muda yang telah bebas dari penjara, dengan membangun rumah transisi. Hal itu agar anak-anak mendapatkan bantuan dan sumber daya yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar penjara.

Selain itu, Yayasan ini membantu mereka menemukan pekerjaan dan menyelesaikan studi mereka. Anak-anak pun dapat belajar nilai-nilai kehidupan positif dan berpartisipasi dalam kelas keterampilan hidup. Salah satunya dengan olahraga, yakni futsal dan voli.

Pendiri Yayasan Bebas Selamat Indonesia, Jorge Marquez bertujuan ingin membantu para anak-anak binaan agar dapat melakukan proses transisi dari dalam ke luar penjara.

"Kami membuat rumah transisi sebagai ruang untuk mereka belajar, seperti bahasa inggris dan komputer. Dan pendidikan mereka pun kami tuntut agar bisa lulus SMA/SMK. Di dalam LPKA kami membantu motivasi mereka dengan olahraga," kata Jorge. 

Yayasan Bebas dan Selamat Indonesia pun memiliki rencana untuk membuat turnamen futsal yang diikuti anak-anak binaan dan siswa sekolah. Lewat turnamen itu mereka bisa saling membagikan pengalaman agar menjadi motivasi dan meningkatkan kesadaran.

"Mungkin karena sekarang masih pandemi covid-19 jadi agak susah melaksanakannya. Keinginan kami agar anak-anak yang di luar penjara memiliki kesadaran agar tidak melakukan sesuatu yang bisa membuatnya masuk penjara, dan yang dari dalam memiliki motivasi bisa berbaur kembali di luar," ucapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Eddy Marwoto menilai kegiatan yang dilakukan Yayasan Bebas Selamat Indonesia juga ada kaitan dengan Dispora, sehingga ke depan ada beberapa hal yang bisa disinergikan.

"Kita ada pembinaan-pembinaan yang masuk kategori pemuda. Ada semacam pelatihan, pembinaan, penyuluhan atau edukasi yang sifatnya menciptakan para pemuda memiliki skill, smart, dan mandiri. Dari faktor infrastruktur, ada juga beberapa sarana olahraga yang bisa disinergikan. Kita pun pernah bekerja sama dengan LPKA dalam Liga Pendidikan Indonesia yang diikuti anak-anak binaan juga. Tinggal nanti dengan jaringan yang ada, mana-mana saja yang bisa dikerjasamakan," kata Eddy. (Yogo Triastopo)