Rukiah Baik dan Buruk

Rukiah Baik dan Buruk
Ilustrasi/Net

Ar Ruqyah adalah mantra, guna-guna, jampi, dan jimat. (Ahmad Warson Al Munawwir, Al Munawwir, Hal. 525. Pustaka Progressif).

Disebutkan Al Azaim (jimat-jimat) adalah ruqaa (jampi/mantera). (Al Jauhari, Ash Shihah fil Lughah, 1/468. Mawqi Al Warraq. Lihat juga Al Fairuzabadi, Al Qamus Al Muhith, 3/259. Mawqi Al Warraq) Al Laits mengatakan Azimah (jimat) adalah bagian dari mantera (Ruqaa) yang dengannya menguatkan jin dan para arwah. (Al Azhari, Tahdzbul Lughah, 1/202. Mawqi Al Warraq. Lihat juga Ibnu Manzhur Al Mishri, Lisanul Arab, 12/399. Dar Shadir. Juga Az Zabidi, Tajul Arus, Hal. 7817. Mawqi Al Warraq)

Demikian makna ruqyah. Ruqyah adalah ruqyah, walau pun dikatakan dia sebagai karya sastra, seni keindahan kata, namun tujuan dan fungsinya tidak berubah yakni untuk mengobati penyakit, menangkal, dan mengusir setan. Dan, justru ruqyah sendiri juga bisa berfungsi sebagai kejahatan seperti guna-guna yang menggunakan jasa setan juga. Syaikh Athiyah Shaqr Rahimahullah, Mufti Mesir pada zamannya menguraikan makna Ruqyah sebagai berikut:

"Ar Ruqaa jamaknya adalah Ar Ruqyah yaitu kata-kata yang diucapkan manusia untuk mencegah keburukan atau menghilangkannya, mereka melindungi diri dengannya sampai mereka tidak tertimpa apa yang mereka benci, atau mereka mengobati dengannya orang sakit hingga sembuh dari penyakitnya." (Fatawa Al Azhar, 7/376. Mawqi Wizarah Al Awqaf Al Mishriyah)

Ruqyah pada umumnya adalah tidak boleh. Ini sesuai hadits: "Sesungguhnya ruqyah, jimat, dan tiwalah (pelet), adalah syirik." (HR. Abu Daud No. 3383, Ibnu Majah No.3530, Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3530).

Tapi tidak semua dilarang, dari Auf bin Malik Radhiallahu Anhu, dia berkata: "Kami meruqyah pada masa jahiliyah, kami berkata: ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang itu?" Beliau bersabda: "Perlihatkan ruqyahmu padaku, tidak apa-apa selama tidak mengandung kesyirikan." (HR. Abu Daud No.3886, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah No. 1066)