Wapada, Klaster Faskes dan Kantor di Garut Masih Merebak 

Wapada, Klaster Faskes dan Kantor di Garut Masih Merebak 
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Penularan Covid-19 di Kabupaten Garut kian mengkhawatirkan. Penambahan kasus baru positif Covid-19 dari berbagai wilayah kecamatan terus terjadi pada berbagai klaster. Pun jumlah kematian akibat Covid-19 meningkat terus.

Kendati penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut didominasi klaster keluarga, penularan antaranggota keluarga, klaster tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan (faskes) dan klaster perkantoran pun kian merebak. Sehingga pelayanan terhadap masyrakat pun terganggu akibat penutupan faskes maupun kantor terjadi penularan Covid-19 bersangkutan. 

Kondisi tersebut menuntut semua pihak lebih meningkatkan lagi kewaspadaannya terhadap potensi penularan Covid-19 dengan senantiasa berdisiplin melaksanakan protokol kesehatan. Termasuk para pegawai yang berada di lingkungan pusat pelayanan kesehatan dan perkantoran.  

Terakhir, faskes dan kantor terpaksa ditutup karena terjadi penularan Covid-19 pada pegawainya, antara lain kantor Pemerintah Kecamatan Kadungora, Puskesmas Banjarwangi, Puskesmas Wanaraja, RSUD Pameungpeuk, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan kantor Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM), 

Sejumlah faskes maupun kantor yang sebelumnya juga sempat dilakukan penutupan sementara akibat Covid-19 yaitu Dinas Kesehatan, klinik Cisanca, klinik Baiturrahman, klinik Bethesda, Puskesmas Tarogong, Puskesmas Pembangunan Tarogong Kidul, kantor ART/BPN Garut, DPRD Garut, kantor Bupati/Wabup/Sekda di lingkungan Setda Pemkab Garut, Puskesmas Cibiuk, Puskesmas Bagendit Banyuresmi, Puskesmas Cisurupan, Puskesmas Karangmulya Karangpawitan, Puskesmas Karangsari Leuwigoong, Puskesmas Lembang Leles, Puskesmas Cempaka Karangpawitan, Puskesmas Limbangan, Puskesmas Cilawu, dan Puskesmas Guntur Garut Kota. Beberapa perkantoran juga mengalami penutupan, kendati tidak sepenuhnya.  

"Penutupan resmi (kantor Permintah Kecamatan Kadungora) diajukan hari ini, selesai dilakukan tes swab pada semua pegawai. Hasil swab dari pegawai yang positif itu baru kemarin hasilnya dari dites swab tanggal 30 November kemarin," kata Camat Kadungora Ahmad Mawardi, Kamis (3/12/2020). 

Dia menyebutkan, penularan Covid-19 pada pegawainya itu diduga terjadi dari mertua yang bersangkutan yang sebelumnya berstatus suspek, namun belakangan dikonfirmasi positif Covid-19. 

Ahmad pun meminta masyarakat tetap tenang, dan tidak usah panik atau paranoid dengan terjadinya penularan Covid-19. Namun juga, tidak boleh meremehkan adanya Covid-19. 

"Seyogyanya kita berikhtiar untuk tetap memperhatikan dan melaksanakan 3M. Senantiasa proaktif mengikuti anjuran satgas dan mengikuti setiap upaya tracking dan tracing agar memudahkan pendeteksian keberadaan dan kluster penularan," ingatnya.

Dia juga meminta masyarakat tak memberikan stigma negatif terhadap warga lain yang terkena Covid-19 karena kejadian tersebut bukanlah aib. Semua yang terkena Covid-19 merupakan korban pandemi Covid-19 yang wajib ditolong dan diberikan motivasi untuk tetap kuat melawan virus tersebut sehingga bisa sembuh seperti sedia kala.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut per 2 Desember 2020, total jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut mencapai sebanyak 2.001 kasus dengan sebanyak 50 kasus di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 1.221 kasus dinyatakan sembuh, dan 730 kasus diisolasi. (Zainulmukhtar)